Senin, 24 Maret 2014

LDII Sultra Dapat Bantuan 173 Motor Dari DPP LDII

LDII sebagai lembaga dakwah yang memiliki intensitas kegiatan yang cukup tinggi dengan jaringan organisasi yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia selalu berupaya untuk menyiapkan berbagai sarana-prasarana yang diperlukan dalam meningkatkan kelancaran aktivitas dakwah organisasi dimana salah satunya adalah kebutuhan moda transportasi. Sehubungan dengan hal itu sejak tahun 2009 DPP LDII secara rutin membagikan 200 unit sepeda motor untuk kendaraan operasional ke tiap-tiap wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia, hingga bulan maret 2014 ini sudah tercatat 7.064 unit sepeda motor yang telah dibagikan oleh DPP LDII secara gratis.
 
 Sambutan Acara Penyerahan Sepeda Motor LDII Sultra

 Ketua Umum DPP LDII Saat Memberikan Penjelasan Pada Wartawan

DPW LDII Sultra pada bulan Maret ini kebagian jatah 173 unit sepeda motor dari DPP LDII. Acara Serah Terima Sepeda Motor tersebut secara resmi dilakukan pada hari selasa (18/03/2014) bertempat di Gedung LPMP Prov. Sultra di Kota Kendari oleh Ketua Umum LDII Prof. Dr. Ir. H. Abdullah Syam, M.Sc yang disaksikan beberapa pejabat teras Pemprov. Sultra, Polda Sultra, Ketua MUI, dan beberapa tokoh masyarakat seperti mantan Wagub Sultra Drs. H. Yusran Silondae. Ratusan pengurus dan warga LDII turut hadir menyaksikan acara penyerahan sepeda motor ini.

Sepeda Motor Jatah Pembagian DPP LDII

Ucapan Selamat Dari Hadirin Usai Penyerahan Sepeda Motor Secara Simbolis

Dalam amanahnya, Ketua Umum DPP LDII meminta agar sepeda motor bantuan tersebut dapat digunakan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung kelancaran aktivitas dakwah dan operasional organisasi LDII di seluruh wilayah sulawesi tenggara. Selain itu agar kendaraan tersebut juga supaya dijaga dan dirawat dengan baik agar lebih lama masa pakainya. Sementara itu dalam sambutannya, ketua MUI Sultra mengungkapkan bahwa baru pertama kali terjadi di Sulawesi Tenggara ini ada ormas yang bisa membagikan motor secara gratis dalam jumlah besar seperti ini, ia mengaku sempat bertanya ke perwakilan dealer motor yang kebetulan duduk di sampingnya saat acara tersebut apakah semua sepeda motor ini dibayar cash/tunai atau dicicil, lalu langsung dijawab oleh perwakilan dealer tersebut bahwa semuanya dibayar cash. Beberapa Pejabat Pemprov Sultra juga mengungkapkan kekagumannya pada LDII yang cukup mandiri dalam menyediakan sarana prasarana organisasinya, meski sebenarnya pihak pemprov sudah menyiapkan pos-pos anggaran bantuan sosial untuk semua ormas yang membutuhkan, tinggal mengajukan proposal saja.


Minggu, 02 Maret 2014

Warga LDII Kendari Gelar Kerja Bakti

Sebagai bentuk pembinaan terhadap generasi muda khususnya anak-anak usia dini LDII senantiasa mengintensifkan kegiatan pengajian anak usia dini di setiap TPA (Taman Pendidikan Al-Quran) yang ada. Untuk menunjang kegiatan tersebut perlu disiapkan sarana-prasarana yang memadai khususnya tempat belajar-mengajar. Di komplek perumahan Al-Manshurin LDII Wua-wua sedang dirintis pembangunan Aula dan Tempat Belajar untuk TPA Al-Manshurin. Untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan, maka dikerahkanlah ratusan warga LDII untuk bekerja bakti membangun fasilitas tersebut. Pada hari minggu tanggal 2 Maret 2014, ratusan Warga LDII Kendari sejak pukul 07.00 WITA telah berkumpul di komplek Perumahan Al-Manshurin menyiapkan peralatan dan bahan yang diperlukan untuk kegiatan kerja bakti tersebut.


  Kegiatan Persiapan Sebelum Mulai Pengecoran

Beberapa tokoh LDII Kendari seperti Bapak Sugeng Purnomo, Ir. Andi Atjo Tessiada, H. Imam Al-Ghozali, Muhammad Djumaedi, H. Kaswan sibuk mengarahkan para peserta dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Para ibu-ibu tidak mau ketinggalan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan menyiapkan konsumsi, seperti minuman, aneka kue-kue/snack, bahkan termasuk makan siang

 
Tua-Muda Bahu Membahu dalam Gotong Royong

Acara kerja bakti tersebut berjalan cukup lama mulai pagi pukul 07.00 hingga pukul 18.00 karena dalam kerja bakti tersebut dilakukan kegiatan pengecoran plat dan balok beton lantai 2 bangunan  sehingga harus terus berjalan sampai selesai. Meski cukup lama tapi warga yang terlibat dalam kerja bakti tersebut tetap selalu bersemangat karena memang diniati ibadah karena Allah, apalagi konsumsi yang disiapkan para ibu-ibu tidak pernah berhenti mengalir. Dalam kegiatan pengecoran Aula TPA Al-Manshurin pada hari itu telah menghabiskan sekitar 160 zak semen, 14 meter kubik koral, dan 12 kubik pasir.

 
Semua Warga Tetap Bersemangat Kerja Hingga Sore

Jumat, 14 Februari 2014

Ayo Mengkaji Al-Quran dan Hadist yang Benar, Jangan Asal-Asalan

Al-Quran dan Al-Hadist merupakan dasar dan pedoman agama Islam yang diakui oleh masyarakat Muslim seluruh dunia. Orang Islam yang mengkaji dan mengamalkan kandungan al-Quran dan al-Hadist dijamin pasti BENAR, amalannya diterima/sah, dan pasti masuk SURGA.
Sebaliknya orang yang tidak mengkaji Al-Quran dan Al-Hadist dan amalannya tidak sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulullah dalam Al-Quran dan Al-Hadist maka ia SESAT, amalannya ditolak/tidak sah dan pasti masuk NERAKA. Sesuai dengan Firman Allah dan Sabda Nabi Muhammad S.A.W:
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (153)
“Dan inilah (Quran) jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dan janganlah engkau mengikuti sembarang jalan, akibatnya jalan-jalan itu akan pecah bersama kalian jauh dari jalan Allah, demikian wasiat Allah pada kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa”.
[Surah Al-An’am(6) ayat 153]

…وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (7)
“… Dan apa-apa yang Rasul berikan kepada kalian terimalah dan apa-apa yang Rasul larang maka jauhilah dan takutlah kalian pada Allah, sesungguhnya Allah berat siksanya”.
[Surah Al-Hasr(59) ayat 7]

18 – (1718) وحَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، جَمِيعًا عَنْ أَبِي عَامِرٍ، قَالَ عَبْدٌ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ جَعْفَرٍ الزُّهْرِيُّ، عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: سَأَلْتُ الْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍ، عَنْ رَجُلٍ لَهُ ثَلَاثَةُ مَسَاكِنَ، فَأَوْصَى بِثُلُثِ كُلِّ مَسْكَنٍ مِنْهَا، قَالَ: يُجْمَعُ ذَلِكَ كُلُّهُ فِي مَسْكَنٍ وَاحِدٍ، ثُمَّ قَالَ: أَخْبَرَتْنِي عَائِشَةُ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ»
… sesungguhnya Nabi Muhammad S.A.W. bersabda: “Barangsiapa beramal yang tidak ada atas amalan itu perkaraku (sesuai tuntunan) maka amalan itu ditolak”.
[Hadist Shohih Muslim No. 18 – (1718) Kitabul Iman]

3338/678 – مَالِكٌ؛ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ (1) » رواه موطأ الإمام مالك
… sesungguhnya Nabi Muhammad S.A.W. bersabda: “Telah saya tinggalkan kepada kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selagi berpegang teguh dengan keduanya, yaitu: Kitabillah dan Sunnah Nabi”.
[Hadist Imam Malik Al-Muatho’ No. 678/3338 Kitabul Qodar]

4607 – حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا ثَوْرُ بْنُ يَزِيدَ، قَالَ: حَدَّثَنِي خَالِدُ بْنُ مَعْدَانَ، قَالَ: حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَمْرٍو السُّلَمِيُّ، وَحُجْرُ بْنُ حُجْرٍ، قَالَا: أَتَيْنَا الْعِرْبَاضَ بْنَ سَارِيَةَ، وَهُوَ مِمَّنْ نَزَلَ فِيهِ {وَلَا عَلَى الَّذِينَ [ص:201] إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ} [التوبة: 92] فَسَلَّمْنَا، وَقُلْنَا: أَتَيْنَاكَ زَائِرِينَ وَعَائِدِينَ وَمُقْتَبِسِينَ، فَقَالَ الْعِرْبَاضُ: صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَوَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ، فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ، فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا؟ فَقَالَ «أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ، وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ، تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ»
__________
[حكم الألباني] : صحيح
… maka Nabi Muhammad S.A.W. bersabda: “Aku wasiat pada kamu sekalian agar bertaqwa kepada Allah dan mendengarkan dan taat, sekalipun pada budak Habsy (yang menjadi Imam), maka barang siapa diantara kalian hidup setelah aku akan menjumpai banyak perselisihan, maka tetapilah sunnahku, dan sunnah para Khalifah yang mendapat petunjuk dan benar, berpegangteguhlah dengan nya (sunnah itu) dan gigitlah dengan gigi geraham, jauhilah perkara-perkara (agama) yang baru, maka sesungguhnya perkara baru itu bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat”.
[Hadist Abu Dawud No.4607 Kitabu Sunah]

Secara keseluruhan mengkaji Al-Quran dan Al-Hadist mempunyai manfaat:
1.      Menjaga kemurnian agama Islam, menghindari ro’yu (membuat angan-angan, pendapat menurut pikirannya atau liberalisasi) dalam pemahaman dan pengamalan ajaran Islam.
3652 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِسْحَاقَ الْمُقْرِئُ الْحَضْرَمِيُّ، حَدَّثَنَا سُهَيْلُ بْنُ مِهْرَانَ، أَخِي حَزْمٍ الْقُطَعِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو عِمْرَانَ، عَنْ جُنْدُبٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنْ قَالَ: فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِرَأْيِهِ فَأَصَابَ، فَقَدْ أَخْطَأَ “
Nabi Muhammad S.A.W. bersabda: “Barang siapa mengatakan dalam Kitabillah dengan pendapatnya (ro’yinya) maka meskipun itu benar, maka sungguh-sungguh ia telah salah (karena tidak merujuk pada tunutunan Allah dan Rosul)”.
[Hadist Sunan Abi Dawud No. 3652 Kitabul Ilmi]

5856 – حَدَّثَنَا الْهُذَيْلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحِمَّانِيُّ، حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الزُّهْرِيُّ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَعْمَلُ هَذِهِ الْأُمَّةُ بُرْهَةً بِكِتَابِ اللَّهِ، ثُمَّ تَعْمَلُ بُرْهَةً بِسُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ، ثُمَّ تَعْمَلُ بِالرَّأْيِ، فَإِذَا عَمِلُوا بِالرَّأْيِ فَقَدْ ضَلُّوا وَأَضَلُّوا» مسند أبي يعلى
Nabi Muhammad S.A.W. bersabda: “Umat ini akan mengamalkan Kitabillah, kemudian akan mengamalkan sunnah Rasulillah kemudian akan mengamal dengan ro’yi (pendapat pikiran) mereka ketika mereka beramal dengan ro’yi maka sungguh-sungguh sesat dan menyesatkan”.
[Hadist Musnad Abi Ya’li No. 5856]

2.      Menjamin sahnya pengamalan ibadah yang dikerjakan, sebab suatu amalan ibadah yang tidak didasari pengetahuan ilmu/ dalilnya tidak diterima Allah.

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً* ٣٦
“Dan janganlah kamu sekalian mengerjakan suatu amalan apapun yang belum engkau miliki ilmunya,…”
[Al Quran surat Al Isro’ ayat 36]

3.      Menguasai ilmu Quran Hadist merupakan syarat mutlak hidupnya agama Islam dan tegaknya keimanan seorang Muslim.

الْعِلْمُ حَيَاةُ الْإِسْلَامِ وَعِمَادُ الإْيْمَانِ…الحدث * رواه أبو الشيخ عن ابن عباس
“Ilmu adalah hidupnya Islam dan tegaknya keimanan”
[Hadist riwayat Abu Syaikh dari Ibnu Abbas]

4.      Dengan mengetahui dasar dalil dalam Al-Quran & Al-Hadist para jamaah Muslim akan memahami hak dan kewajiban masing-masing sebagai orang Islam, sehingga jamaah mudah dinasehati, diarahkan dan diajak untuk beribadah dan beramal kebaikan.

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ* ١١
“Allah mengangkat orang-orang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pada derajatnya,…”
[Surat Al Mujadalah ayat 11]

5.      Dengan menguasai ilmu Al-Quran & Al-Hadist masing-masing jamaah Muslim dalam beribadah tidak asal ikut-ikutan, tidak mudah terpaku pada figur ulama, kyai atau tokohnya.

6.      Mengaji Al-Quran dan Al-Hadist merupakan kewajiban pokok dalam Islam.

224 – حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ: حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ شِنْظِيرٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ، وَوَاضِعُ الْعِلْمِ عِنْدَ غَيْرِ أَهْلِهِ كَمُقَلِّدِ الْخَنَازِيرِ الْجَوْهَرَ وَاللُّؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ»
__________
[حكم الألباني] صحيح دون قوله وواضع العلم الخ فإنه ضعيف جدا
رواه ابن ماجه عن أنس بن مالك
… dari Anas bin malik menceritakan bahwa Rosulullah SAW bersabda, “Mencari ilmu itu wajib bagi setiap orang muslim…”
[Hadis Ibni Majah No. 224 Muqodimah]

2885 – حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَمْروِ بْنِ السَّرْحِ، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ زِيَادٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ التَّنُوخِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” الْعِلْمُ ثَلَاثَةٌ، وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ فَضْل: آيَةٌ مُحْكَمَةٌ، أَوْ سُنَّةٌ قَائِمَةٌ، أَوْ فَرِيضَةٌ عَادِلَةٌ “رواه أبوداود عن عبدالله بن عمرو بن العاص
“Ilmu (yang wajib di cari) itu ada tiga, adapun selain dari tiga itu merupakan lebihan (tidak wajib dicari) Adapun ilmu (yang wajib di cari) yaitu ; ayat yang menjadi hukum (Al Quran) Sunnah yang tegak (Al Hadist) atau ilmu faroid yang adil (ilmu pembagian hak ahli waris)”.
[Hadist riwayat Abu Dawud No. 2885 Kitabul Faroidh]

Hal tersebut diatas sudah cukup menjelaskan kepada kita semua agar dalam beramal ibadah, itu semua harus didasari oleh ilmu yang sesuai Tuntunan Al-Qur'an dan Hadits-hadits yang shohih. Jangan sampai kita disesatkan oleh praktek-praktek amal ibadah dari kitab-kitab karangan atau hadis yang palsu (tidak merujuk pada tuntunan/sunah Nabi Muhammad S.AW). Jika ingin lebih mendalami ilmu Al-Quran dan Al-Hadits yang benar dan terjaga kemurniannya, silahkan datang dan ikuti pengajian di Masjid-Masjid yang dibina oleh LDII di sekitar tempat tinggal anda.


Sabtu, 08 Februari 2014

Harjono, Mengayuh Sepeda Klaten-Kediri Demi Menuntut Ilmu

Harjono, warga Klaten, Jawa Tengah ini terbilang luar biasa. Begitu mendengar ada kegiatan pengajian khataman hadits Ibnu Majjah di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kediri, ia langsung membulatkan tekad untuk meraih ilmu tersebut. Alasan dia naik sepeda, bukan karena jalur Klaten ke Kediri tak ada angkutan umum, tapi karena lebih ekonomis bagi kehidupannya yang sederhana. Bila para perawi hadits melakukan perjalanan ribuan kilometer untuk mendapatkan satu hadits, apakah umat Islam juga rela melakukannya untuk mencari ilmu? Harjono warga LDII dari Klaten nekad menempuh perjalanan sekitar 300 km ke Kediri untuk mengikuti kegiatan pengajian khataman Hadits Ibni Majjah juz 3.
Mencari ilmu adalah jihad, begitu sabda Rasulullah SAW. Dan semakin berkah bila setiap umat Islam berusaha sekuat tenaga, meskipun uang saku terbatas. Tak ada mobil, sepeda pun jadi. Maka berangkatlah Harjono ke Kediri dengan suka cita, sebagaimana peserta pengajian lainnya, yang mungkin saja datang dengan naik pesawat atau mobil ber-AC.
Perjalanan Klaten-Kediri dengan sepeda bukanlah perjalanan yang nyaman. Asap kendaraan yang menyesakkan dada dan panas terik matahari juga menyengat. Harjono “ngontel” dari Klaten sekitar 09.00 WIB, sekitar sore hari tiba di kota Ngawi, ia istirahat dan bermalam disana. Keesok harinya Harjono melanjutkan mengayuh sepeda ontelnya. Siang harinya ia mampir di Pondok Pesantren Kaliawen untuk istirahat, sholat dan juga sedikit mengistirahatkan kakinya yang letih.
Setelah itu Harjono melanjutkan perjalanannya hingga tiba di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kediri  satu jam kemudian. Tangga masjid Baitul Ala’ sebelah utara di Pondok Pesantren Wali Barokah terbilang lokasi favoritnya untuk menerima penyampaian hadits Ibnu Majah. Saat ditemui ia selalu tersenyum, seperti tidak ada tanda kelelahan ataupun kesusahan atas beban yang ia pikul.
Banyak peserta pengajian yang memposting  dirinya di jejaring sosial karena terkesan dan simpati dalam perjuangannya menempuh perjalanan panjang ratusan kilometer, menggunakan sepeda ontel dari Klaten menuju Kediri  demi menuntut imu. “Katanya saya masuk internet ya? Padahal internet itu apa saya juga ndak tau hehe” canda Harjono saat ditemui.
Kegiatan pengajian khataman hadits sunan ibnu majah jilid 3 yang dilaksanakan mulai tanggal 1-15 Januari 2014 di Pondok Pesantren Wali Barokah dibuka langsung oleh Walikota Kota Kediri H Abdullah Abu Bakar. Acara seperti ini rutin dilakukan LDII untuk memberikan ilmu agama seluas-luasnya kepada seluruh masyarakat, khususnya untuk peningkatan pengetahuan agama.
Kegiatan pengajian khataman Hadits Ibnu Majah Jilid 3 kali ini diikuti sekitar 30 ribu orang dari berbagai penjuru Indonesia. Harjono hanya setitik manusia di sana, meskipun dalam keterbatasan materi ia rela mengayuh sepeda ontel dari Klaten, Jawa Tengah hinga Kediri, Jawa Timur. Ia tak ingin ketinggalan dalam menimba ilmu agama. (MT Abdillahsyam/LINES).

Sumber : www.ldii.or.id

Kamis, 30 Januari 2014

Rapimwil LDII Sultra 2014 dibuka Oleh Wanhat DPP LDII

Sesuai agenda rutin DPW LDII Sultra Pada Hari Sabtu Tanggal 25-26 Januari 2014 digelar acara Rapat Pimpinan Wilayah LDII Sulawesi Tenggara yang diikuti oleh ratusan pimpinan utama organisasi LDII mulai tingkat propinsi hingga tingkat kecamatan dari 13 Kabupaten/Kota di Wilayah Sulawesi Tenggara. Acara tersebut dibuka oleh Wakil Ketua Dewan Penasihat DPP LDII yaitu Drs. H. Abdul Syukur bertempat di Komplek Perumahan Al-Mukhlis, Lepo-lepo, Kota Kendari.

Dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai enam tabiat luhur LDII yaitu kekompakan, kerukunan, kerjasama yang baik, jujur, amanah dan hidup sederhana (Mujhid-muzhid) bagi setiap pengurus maupun warga LDII agar hal tersebut bisa mendongkrak citra positif LDII di tengah-tengah masyarakat pada umumnya.

Foto Bersama Para Pengurus Utama LDII Se Sulawesi Tenggara

Pada hari kedua kegiatan Rapimwil yang berlangsung pada hari minggu tanggal 26 Januari 2013 yang merupakan acara puncak sekaligus penutupan bertempat di Komplek Perumahan Al-Manshurin, LDII Wua-wua Kota Kendari. Pada acara tersebut dibahas rencana-rencana kegiatan organisasi dan strategi pengembangan organisasi di tahun 2014 sekaligus mengevaluasi kegiatan yang sudah berjalan di tahun-tahun sebelumnya.

Rabu, 08 Januari 2014

Festival Anak Sholeh 2013 LDII Kendari

Dalam rangka mengisi kegiatan liburan anak sekolah akhir tahun, LDII Kendari yang di dukung oleh Korwil DPW LDII Sultra Wilayah Daratan menggelar Festival Anak Sholeh (FAS) 2013. Kegiatan tersebut berlangsung sejak tanggal 24-26 Desember 2013 bertempat di Komplek Masjid Al-Manshurin, Kelurahan Wua-wua, Kendari.  Acara tersebut diikuti sekitar 270 peserta dan utusan dari 29 Kelompok Majelis Taklim yang dibina oleh LDII Kendari.

Acara Festival Anak Sholeh (FAS) 2013 dibuka oleh Ketua PPG LDII Kendari  H. Imam Al-Ghozali pada Hari Selasa Pukul 18.30 Tanggal 24 Desember 2013 yang dirangkai dengan acara ceramah agama oleh H. Rusman Andjo, SE, M.Si. Dalam Acara pembukaan tersebut turut dihadiri pula Ketua PC LDII Kecamatan Kadia Ir. Andi Atjo Tessiada dan Ketua PC LDII Kecamatan Wua-wua yaitu Sugeng Purnomo. Kegiatan yang dipertandingkan dalam acara Festival Anak Sholeh ini antara lain Lomba Adzan, Lomba Hafalan Surat Al-Quran, Lomba Baca-Tulis Arab/Pegon, Lomba Cerdas Cermat antar Majelis Taklim, Lomba Cerita Kisah Tiga Pemuda Al-Kahfi, Lomba Sepak-Takraw, Lomba Futsal, dan Lomba Memasak/Keputrian. 

 Pendaftaran Peserta Festival







 Foto Bersama Panitia Festival Anak Sholeh


 Kegiatan Pertandingan Futsal antar Panitia


 Kegiatan Sarapan Pagi Peserta Festival




Sabtu, 19 Oktober 2013

LDII Sultra Bagikan 316 Hewan Qurban

Bertepatan dengan momen hari raya Idhul Adha 1434 H, pada hari Selasa (15/10), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Sulawesi Tenggara membagikan ratusan hewan qurban secara serentak di 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Sultra, rinciannya terdiri dari 236 ekor sapi dan 80 ekor kambing.

Ketua DPW LDII Sultra L. Kadir menyatakan bahwa setiap tahun penyembelihan hewan qurban oleh warga LDII selalu mengalami peningkatan. Menurutnya pengadaan hewan qurban merupakan hasil kerja keras warga LDII dalam menerapkan pola hidup jujur, amanah, dan sederhana. Hal ini membuktikan bahwa warga LDII memiliki kepedulian tinggi untuk berbagi kepada sesama dan sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah qurban sebagai wujud ketakwaan kepada Allah SWT.

Lebih lanjut L. Kadir menjelaskan bahwa tempat-tempat penyembelihan hewan qurban dilaksanakan di setiap titik yang telah ditentukan. Pembagian diberikan kepada masyarakat terutama kaum duafa dan fakir miskin. "Setelah berkurban maka Allah akan melihat keimanan dan ketakwaan, dengan demikian Allah SWT akan memberikan rahmat kepada hambanya, sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran Surat At Thalaaq ; 2-3" kata Caleg DPRD Sultra Dapil Bau-bau, Buton, dan Wakatobi itu.

Sementara itu di tempat terpisah DPD LDII Kota Kendari membagikan puluhan hewan qurban yang terdiri dari 65 ekor sapi dan 17 ekor kambing secara serentak di seluruh Kota Kendari. Tempat penyembelihan hewan qurban dilakukan di dalam komplek-komplek Masjid LDII yang sekaligus menjadi lokasi shalat Ied. Diharapkan kegiatan qurban Idul Adha ini membawa berkah dan manfaat bagi terjalinnya solidaritas dan ukhuwah islamiyah diantara sesama.