Kamis, 30 Oktober 2014

Perusahaan Kereta Jepang dan DPP LDII Teken MoU Pengelolaan Masjid

JAKARTA – Perusahaan Kereta Nankai Electric Railway (NER) Jepang untuk yang ketiga kalinya kembali mengunjungi DPP LDII, guna membahas pembangunan tempat salat umat Islam atau mushola dan masjid, Selasa (9/9/2014) lalu. Sebelumnya, NER telah melakukan kunjungan ke Indonesia dan meminta saran Kementerian Agama RI serta ormas Islam yang salah satunya adalah LDII.
Pada pertemuan sebelumnya tersebut, Jepang berniat menyediakan tempat salat dan restoran halal di setiap stasiun kereta api, mengingat potensi dari perkembangan wisatawan dan pelajar beragama Islam ke negeri itu. Umumnya, saat wisatawan tiba di Jepang, mereka kesulitan menemukan tempat salat atau mushola untuk beribadah.
Pada pertemuan yang ketiga kalinya ini, Presiden Direktur PT. OSSI, Satoshi Miyajima, didampingi Eiji Ananda Putra, seorang asisten sekaligus penerjemah yang menjadi penghubung NER, langsung melakukan berbagai kunjungan ke Kementerian Agama, MUI, dan ormas Islam lainnya dan difasilitasi DPP LDII.  Satoshi Miyajima, yang mahir berbahasa Indonesia ini, menyampaikan beberapa hal sebelum penandatanganan Masters of Understanding (MoU) atau nota kesepakatan.
Satoshi mengatakan, Osaka merupakan pintu gerbang wisatawan, pekerja, maupun pelajar dari mancanegara yang beragama Islam. Di Osaka dan kota-kota lainnya di Jepang, lanjutnya, umat Islam sebagai pendatang mengalami kesulitan untuk sholat di masjid. “Kami ingin membangun masjid. Untuk itu, kami (ingin) mempelajari masalah impact serta finansial, bagaimana mengatasi prasangka buruk masyarakat Jepang terhadap Islam, (serta) apakah setelah masjid dibangun operasionalnya akan membebani Nankai (atau tidak),” ujar Satoshi Miyajima.
Keheranan Satoshi Miyajima wajar karena selama ini pemberitaan media di Jepang terkait Islam selalu negatif, akibat keberpihakan dan ketidakberimbangan media. Namun dengan menggandeng LDII, ia berharap kesan mengenai Islam di dalam masyarakat Jepang berubah. Menurutnya, LDII memiliki komitmen membangun karakter umat yang ber-akhlaqul karimah, bukannya radikal. LDII dikenali sebagai ormas yang berpegang teguh kepada kemandirian dan memiliki relawan yang berkomitmen kuat.
“Properti LDII umumnya milik perorangan, yang kemudian dikelola LDII. Tentu secara legal harus dipahami prosedurnya, karena Indonesia dan Jepang memiliki prosedur yang berbeda. Jika MoU yang akan disepakati tidak dijalankan dengan baik maka aset Nankai dapat ditarik,“ ujar Rioberto Sidauruk dari Departemen Organisasi, Kaderisasi, dan dan Keanggotaan (OKK) DPP LDII.
Pada pertemuan itu, pertama, Nankai ingin mengkonfirmasikan kembali bahwa LDII bukanlah Islam radikal. Nankai melihat LDII mampu bersahabat dengan masyarakat sekitar, karena dapat menjunjung tinggi toleransi. Sebagaimana dalam falsafah Jepang: jika menanam kebaikan, maka kita akan memanen kebaikan.
Kekhawatiran pihak Jepang yang kedua adalah mengenai pembangunan masjid dapat membebani biaya operasional. Nankai berpendapat LDII mampu mengatasi permasalahan biaya operasional, karena dapat mendanai kegiatan secara mandiri. Namun demikian, tidak ada keuntungan yang dikejar dari pembangunan masjid karena merupakan program sosial.
Sebagai tindak lanjut kesepakatan, pada Kamis (11/9) malam, LDII mengundang Direktur Nankai, Takamasa Kadokura dan wakilnya Kitagawa. Selain beramah-tamah, LDII menjelaskan struktur organisasi serta tujuan dan kontribusi yang selama ini LDII lakukan. LDII dan Nankai sepakat untuk bekerjasama mengelola tempat ibadah tersebut difungsikan sebagaimana mestinya. Nankai juga menyampaikan, akan meresmikan tempat ibadah yang telah dibangun di salah satu pusat perbelanjaan di Namba pada 30 September 2014 mendatang.
Dalam bahasa Jepang, Takamasa menyampaikan terima kasih karena LDII sudah menyambut dengan hangat dan terbuka. Takamasa juga berharap, hubungan pertemanan ini bisa tetap berlanjut dan nantinya dapat saling bermanfaat satu sama lain. Terutama dalam mewujudkan pembangunan ibadah di semua stasiun Jepang, Osaka khususnya. (Noni/Riyan/LINES)

Minggu, 12 Oktober 2014

LDII Sultra Sembelih 304 Ekor Binatang Kurban



Seperti tahun-tahun sebelumnya, sehubungan dengan perayaan hari raya Idhul Adha 1435 H, pada hari Minggu (5/10), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Sulawesi Tenggara telah menyembelih ratusan hewan qurban secara serentak di 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Sultra, rinciannya terdiri dari 261 ekor sapi dan 43 ekor kambing. Hewan-hewan kurban yang telah disembelih tersebut selanjutnya dibagi-bagikan kepada ribuan warga fakir-miskin.


Ketua DPW LDII Sultra L. Kadir menyatakan bahwa setiap tahun penyembelihan hewan qurban oleh warga LDII selalu mengalami peningkatan signifikan. Menurutnya pengadaan hewan qurban merupakan hasil upaya sungguh -sungguh warga LDII dalam menerapkan pola hidup jujur, amanah, dan sederhana yang diniatkan sebagai bentuk pengamalan ibadah. Hal ini membuktikan bahwa warga LDII memiliki kepedulian tinggi untuk berbagi kepada sesama dan sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah qurban sebagai wujud ketakwaan kepada Allah SWT.


Lebih lanjut L. Kadir menjelaskan bahwa tempat-tempat penyembelihan hewan qurban dilaksanakan di setiap titik yang telah ditentukan. Pembagian diberikan kepada masyarakat terutama kaum duafa dan fakir miskin yang ada di sekitar masjid. "Setelah berkurban maka Allah akan melihat keimanan dan ketakwaan, dengan demikian Allah SWT akan memberikan rahmat kepada hambanya, sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran Surat At Thalaaq ; 2-3".


Sementara itu di tempat terpisah DPD LDII Kota Kendari membagikan puluhan hewan qurban yang terdiri dari 70 ekor sapi dan 17 ekor kambing secara serentak di seluruh Kota Kendari. Tempat penyembelihan hewan qurban dilakukan di dalam komplek-komplek Masjid LDII yang sekaligus menjadi lokasi shalat Ied. Diharapkan kegiatan qurban pada hari raya Idul Adha ini membawa berkah dan manfaat bagi terjalinnya solidaritas dan ukhuwah islamiyah diantara sesama.


Sabtu, 23 Agustus 2014

Tugas berat menanti Jokowi

Analis politik Tobias Basuki gemar menceritakan sebuah kisah tentang presiden terpilih Joko Widodo yang mungkin sudah usang tapi menunjukkan mengapa begitu banyak orang memiliki harapan tinggi untuk presiden Indonesia berikutnya ini.
Beberapa tahun yang lalu, Jokowi, demikian presiden terpilih itu biasa disapa, dinobatkan sebagai satu dari 10 politisi terbaik di Indonesia menurut majalah Tempo. Saat itu adalah walikota Solo, Jawa Tengah.
Seperti dikatakan oleh Tobias, Jokowi tampak seperti orang biasa, bahkan seperti seorang sopir. "Anda siapa?" tanya wartawan itu.Jokowi diundang ke kantor Tempo untuk diwawancarai dan seorang wartawan melihatnya duduk di lobi seorang diri tanpa rombongan yang biasanya menemani politisi di Indonesia.
Calon presiden terpilih itu kemudian berdiri dan membungkuk dengan sopan ketika ia memberikan kartu namanya kepada si wartawan. Itulah citra Joko Widodo sebagai pelayan rakyat yang sederhana.
Gaya bersahaja ini menjadi ciri Jokowi selama menjabat sebagai walikota Solo dan selanjutnya sebagai gubernur Jakarta dari 2012, jabatan yang masih ia pegang ketika ia memenangi pemilu presiden pada bulan Juli.
Ia meraih 53% suara sedangkan lawannya, Prabowo Subianto hanya mendapat 47% saja.
"Gayanya yang rendah hati adalah hal baru di politik Indonesia. Tidak tampak adanya jurang perbedaan antara dirinya dan orang yang ia pimpin," kata Tobias dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) di Jakarta.
Tapi gaya tidak akan membawa Anda jauh, substansi tetap penting. Jokowi juga memiliki rekor yang mencengangkan dalam hal menyelesaikan sesuatu.
Untuk kerjanya sebagai walikota Solo, Jokowi berada di tempat ketiga dalam Penghargaan Walikota Dunia 2012, sebuah penghargaan tahunan yang diberikan kepada para pemimpin yang telah merevitalisasi kota-kota mereka.
Itu adalah hal yang oleh para juri dikatakan tentang Jokowi, yang tidak mengambil gajinya ketika ia menjadi walikota.
"Jokowi telah mengubah kota yang sarat tindakan kriminal menjadi pusat seni dan budaya regional yang mulai menarik pariwisata internasional.
"Kampanyenya melawan korupsi membuatnya mendapat reputasi sebagai politisi paling bersih di Indonesia."

Rumah untuk orang miskin

Reputasi Jokowi semakin berkilau saat ia memangku jabatan sebagai gubernur Jakarta. Ia membangun rumah-rumah baru untuk warga kampung kumuh di berbagai lokasi di ibukota.
Ia juga memperkenalkan skema untuk memberikan orang miskin jaminan kesehatan gratis dan memulai kembali pembangunan sistem metro untuk Jakarta, yang kemacetan lalu lintasnya menjadi cobaan berat bagi para pengemudi. Jokowi juga menginisiasi proyek untuk menghentikan banjir di Jakarta.
Pendukungnya tidak sulit ditemukan, terutama di kawasan kumuh bernama Tanah Tinggi di Jakarta Pusat.
Di permukiman padat ini, ayam-ayam berkeliaran di dekat warga yang sedang berbincang-bincang dan di terik matahari tropis, lalat berkerumun di makanan yang dijajakan di kios-kios sepanjang gang. Kamar-kamar di dalam rumah warga gelap dan tidak terdapat banyak barang.
Namun di salah satu area di permukiman kumuh itu terdapat rumah-rumah permanen berlantai dua.
Jokowi membangun kelompok rumah itu tidak lama setelah menjadi gubernur Jakarta dengan tujuan untuk merumahkan kembali masyarakat Tanah Tinggi yang tinggal di rumah tidak layak.
Marlina, 38, dan keluarganya adalah satu dari banyak orang yang beruntung mendapatkan rumah baru. "Yang saya tahu adalah Jokowi membangun rumah saya, kami tidak perlu membayar satu sen pun," kata Marlina, saat ia menghidupkan kran air untuk menunjukkan fasilitas di rumahnya.

Tantangan terbesar Jokowi

Namun ketika ia menjadi presiden kelak di bulan Oktober, Joko Widodo menghadapi serangkaian masalah yang mendesak, termasuk subsidi bahan bakar minyak yang membuat BBM begitu murah di Indonesia. Pemerintah menghabiskan biaya untuk subsidi tiga kali lebih besar dari yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur.
Jokowi telah berjanji untuk mengurangi subsidi BBM dan menggunakan dana itu untuk membantu orang miskin, tetapi proposal itu telah membuat gelisah para pengguna kendaraan bermotor. 
Dan ada isu-isu yang lebih besar untuk ditangani, termasuk kemiskinan. Indonesia memiliki lebih dari 100 juta orang yang hidup dengan biaya di bawah US$2 atau kurang per hari. Mereka kebanyakan tinggal di pinggir rel kereta api di Tanah Tinggi. Keluarga-keluarga miskin ini tinggal di gubuk yang terbuat dari terpal, kardus dan kayu bekas. Mereka sudah sering terpaksa harus pindah karena diusir oleh petugas tetapi mereka selalu kembali ke sana. Mereka hidup dengan memulung botol plastik bekas untuk dijual.
Salah satunya adalah Nurhayati. Ia datang ke Jakarta bersama ibunya dari Jawa Timur saat berusia 13 tahun. Kini ia berusia 21 tahun dan sudah memiliki dua orang anak yang sehari-hari bermain di dekat rel kereta.
"Harga yang kita dapat untuk botol plastik baru-baru ini turun," kata Nurhayati.
Dalam jangka panjang, membantu warga seperti Nurhayati akan menjadi tugas Jokowi yang terberat.
Peter Carey, dosen tamu di Universitas Indonesia mengatakan ekonomi telah berkembang pesat dalam satu dekade terakhir dan Indonesia diperkirakan akan menjadi salah satu negara paling kaya di dunia.
Tapi ia mengatakan perlu ada niat baik dari pemerintah untuk menyediakan layanan kesehatan yang layak, sistem pendidikan yang lebih baik dan jaringan transportasi yang terkoordinasi untuk masyarakat, sekaligus mengatasi korupsi.
"Indonesia memiliki jurang pendapatan yang besar untuk dijembatani. Apa gunanya menjadi orang kaya jika kekayaan itu tidak digunakan untuk kepentingan orang banyak," kata Carey.

Sumber : BBC Indonesia


Jumat, 18 Juli 2014

Menteri Agama dan LDII minta Umat Jangan Terpecah Terkait Pilpres

Jakarta - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin meminta seluruh warga negara Indonesia, khususnya umat Islam, untuk tidak terbelah, karena hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli.

"Jangan karena Pilpres, lalu kita terbelah. Ada tugas mulia yang harus dikedepankan, mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia, serta menyejahterakan kehidupan bangsa," katanya setelah menerima jajaran pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta, Rabu (16/7/2014).

Ia mengakui dengan ada dua pasangan pada Pilpres 2014, yakni nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan nomor urut 2 Joko Widodo dan Jusuf Kalla, membawa kepada realitas ada dua kelompok pendukung saling berhadapan.

Bahkan, ulama dan para santri terbelah saling mendukung pasangan masing-masing. Tak terkecuali pula pihak akademis, politisi sampai media massa pun ikut-ikutan terbelah.

"Siapa pun yang mendapat dukungan mayoritas atau suara terbanyak harus dihormati," katanya.
Pada momentum Ramadan, yang bersamaan dengan hasil Pilpres yang diumumkan KPU pada 22 Juli, semua pihak harus kembali ke jati diri masing-masing. "Kita sebagai bangsa harus bersatu," katanya.

Esensi Ramadhan, mengingatkan, adalah menahan diri dan menempa diri untuk lulus ujian dalam kehidupan. Bagi umat Islam, momentum Ramadhan harus dijaga agar bangsa Indonesia tetap terjaga. Apa pun hasil yang disampaikan KPU nanti, harus dihormati. "Jangan karena Pilpres, lantas warga terpecah. Itu harus dihindari," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum LDII, KH Abdullah Syam, menyatakan dukungan dari kedua pasangan dalam Pilpres 2014 belakangan ini semakin menguat. Kehadiran media sosial tak dapat dipungkiri ikut memberi kontribusi kenyataan di lapangan. "Kenyataan semua itu juga tak dapat ditutupi lagi. Sudah pasti ada blok-blokan," katanya.

Terkait dengan itu, atas nama LDII, Abdullah Syam berharap seluruh warga negara Indonesia untuk berpikir jernih. "Jangan berpikir pendek dan dangkal. Jika terjadi konflik, yang merugi adalah seluruh warga negara Indonesia," katanya.

Pancasila sebagai pegangan hidup, katanya, pengamalannya di lapangan harus terlihat. Bagi umat Islam sudah jelas, kedepankan rahmatan lil alamin. Karena itu, dalam menghadapi pengumuman hasil Pilpres nanti, semua warga harus dapat menahan diri.

Bagi yang merasa menang jangan arogan. Kemenangan yang dicapai salah satu pasangan Pilpres adalah milik warga Indonesia secara keseluruhan. "Warga harus tetap rukun. Karena itu, LDII sangat mendukung program Kemenag untuk mengoptimalkan peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), sehingga ke depan kualitas kehidupan antarumat beragama bisa menopang pada kemajuan bangsa," katanya.

Sumber : beritasatu.com
 

Minggu, 22 Juni 2014

Jadi Anggota LDII, Ki Joko Bodo Mantap Tinggalkan Perdukunan

JAKARTA - Tidak banyak orang yang tahu jika paranormal Ki Joko Bodo sudah menjadi anggota aktif Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Paranormal Ki Joko Bodo mengaku tobat. Ia kini sudah menyetop semua praktik paranormalnya. 

Setelah memutuskan untuk bertobat, paranormal nyentrik itu bahkan juga sudah mewakafkan salah satu tanah dan tempat praktiknya untuk dijadikan tempat ibadah. Lantas apa penyebab Ki Joko bertobat? Rupanya hal itu terjadi setelah ia pergi umroh ke Mekkah. Di sana ia merasa mendengar bisikan misterius yang menyuruhnya bertobat. "Semua saya tinggalkan setelah saya melalui perjalanan spiritual ke Mekkah," kata Ki Joko Bodo dikutip dari 'Selebrita Trans 7', Kamis (19/6/2014).

Pria bernama asli Agus Yulianto itu juga mengatakan, dirinya dahulu memang mendahulukan urusan dunia. "Prinsip saya dulu dunia baru mencari Tuhan," urainya.

Setelah bertobat, pria yang identik dengan dandanan nyentrik itu sekarang sudah bergabung dengan organisasi Islam LDII. Ki Joko sendiri sebenarnya sudah pernah tergabung dalam organisasi tersebut.

"Aku akan kembali lagi ke LDII," ungkapnya "Sebenarnya saya jadi anggota LDII sejak masih bersekolah di bangku SMP, itu kepercayaan ya," jelas ki Joko Bodo kepada Okezone melalui sambungan telefon, Sabtu 21 Juni 2014.

Menurut Ki Joko Bodo, ia dipercaya untuk menangani bidang pariwisata religi dalam kegiatannya di LDII itu. Bahkan baru-baru ini, ia pun telah menjalankan kegiatannya.

"Kebetulan aku menangani pariwisata religi,  seperti kemarin aku baru saja balik dari Kendal, disana ada museum," ungkapnya.

Keputusannya untuk bertobat dan meninggalkan dunia perdukunan sudah mantap, bahkan hal itu dibuktikannya dengan memusnahkan benda-benda yang berkaitan dengan perdukunan seperti keris dan lukisan-lukisan miliknya.

"Iya, aku sudah bakar semua keris dan lukisan, karena memang muslim seperti itu ajarannya, jadi enggak boleh ada lukisan yang bergambar manusia," kata Ki Joko Bodo kepada Okezone melalui sambungan telefon, Sabtu 21 Juni 2014.

Tidak hanya itu, salah satu pembuktian lainnya adalah dengan menyumbangkan hartanya untuk kepentingan umat seperti mewakafkan tanahnya untuk pembangunan masjid.

Sumber : okezone.com dan detikhot


Sabtu, 07 Juni 2014

LDII : Presiden Terpilih Agar Bumikan Pancasila


Jakarta, GATRAnews - Meski Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menyatakan tidak mendukung capres Prabowo Subianto maupun Joko Widodo (Jokowi), namun lembaga syiar Islam ini mempunyai pesan kepada keduanya, seperti kepada Jokowi, yang diwakili tim suksesnya.  
"Kami ingin titipkan beberapa hal untuk lebih baik, walau tentu sekarang Indonesia sudah baik dan harus lebih baik lagi," kata Prasetyo Sunaryo, Ketua DPP LDII Bidang Organisasi, kepada tim sukses Jokowi-JK, di kantor DPP LDII, Jakarta Pusat, Selasa (3/6).

Lantas apa pesan LDII kepada kedua capres, khususnya kepada Jokowi? Prasetyo telah membaca buku "Pancasila" karya Hendropriyono, Ketua Tim Pemenangan Jokowi. Ia berpesan, jika Jokowi maupun Prabowo menjadi presiden, mereka harus membumikan Pancasila. 

"Saya kira termasuk lahirnya berbagai UU itu harus dipancasilakan. Banyak sekali UU yang akhirnya digugat di MK, termasuk UU Koperasi yang 100 persen dibatalkan oleh MK itu, sudah didiskusikan di sini. Sebetulnya sudah keluar dari ruh ekonomi gotong royong," tandasnya.

Kemudian soal regulasi organisasi kemasyarakat (ormas) yang belum memposisikan ormas pada khittahnya, sehingga LDII serius membahasnya dalam rapat pimpinan nasional yang dihelat beberapa waktu lalu.
"Konstitusi kita ini, ormas itu akan difungsikan seperti apa, karena semua sudah diambil partai politik, sehingga ormas ini hanya basa basi dan didengar saat rapat dengar pendapat," ujarnya.

Padahal, imbuhnya, yang sehari-hari bergelut dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat adalah ormas. Pemerintah juga harus merevisi Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). Sebelum mengesahkan UU ini, DPR dan pemerintah harus betul-betul sudah mendengar masukan pakar dan ormas yang memang mendalami persoalan yang sebenarnya.

"Ormas-ormas ini dipersepsikan melakukan perbuatan-perbuatan negatif. Padahal kita ini adalah ormas pemberdayaan. Bagaimana ormas kita ini dalam design konstitusi. Ini kita senang sekali dengan pendekatan Pancasila, bahwa ini harus ada dari aspek non fisiknya, yakni kultur dan keadaban itulah yang tampaknya justru sering kali belum terakomodasi dalam UU, sehingga kemarin UU Koperasi dibatalkan," nilainya.

Harusnya, kata Prasetyo, UU Keuangan Mikro pun dibatalkan juga. Pasalnya, jika melihat ruh UU ini meniadakan konversi social capital dan merubahnya menjadi financial capital, sehingga semua harus dipersonalisasikan.

"Padahal kita punya social capital itu merupakan basis kekuatan masyarakat kita. Tapi kalau itu dihabisi dan sosial kapital kita hilang, negara juga susah ngaturnya. Padahal social capital menjadi sebuah financial capital atau usaha kecil menangah ini jadi kartu pengaman yang luar biasa kala krisis-krisis," paparnya.

Prasetyo mengatakan, sejumlah UU di atas hanyalah sebagian kecil saja, karena banyak UU di negeri ini juga tidak pancasilais dan keluar dari kultur dan keadaban. "Kita sangat sependapat dengan cara pandang Pancasila seperti itu. Kita deklarasikan white campaign, sehingga dapat tingkatkan kadar keadaban kita. Kami sebagai ormas, harus punya saluran, siapapun nanti yang jadi pimpinan nasional," harapnya. (IS)

Sumber : gatranews.com 

Jumat, 23 Mei 2014

Kemeriahan Bazaar Remaja LDII Kendari

Pada jaman yang kompetitif seperti saat ini, remaja sebagai generasi penerus dituntut untuk memiliki berbagai bekal ketrampilan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan dalam diri mereka. Menyikapi hal itu remaja LDII Kendari yang didukung oleh Organisasi Penggerak Pembina Generus (PPG) Al-Manshurin Kendari mengadakan kegiatan bazaar aneka kuliner yang bertempat di komplek BPL Al-Manshurin Kendari pada hari minggu tanggal 11 Mei 2014. 


Sejak sebelum kegiatan bazaar dimulai, warga sekitar sudah sangat antusias dengan kegiatan tersebut yang dibuktikan dengan padatnya antrian warga yang membeli kupon bazaar. Hal itu dapat dimaklumi karena kegiatan bazaar seperti ini sangat jarang dilakukan di sekitar komplek BPL Al-Manshurin. Selain itu aneka kuliner yang disajikan dalam kegiatan bazaar ini juga cukup bervariasi diantaranya aneka kue, empek-empek, batagor, siomay, nasi goreng, pangsit ayam, serta aneka minuman seperti es buah, es teler, dan es pisang ijo.



Ketua PPG LDII Kendari H. Imam Al-Ghozali mengatakan bahwa penyelenggaraan kegiatan bazaar ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, kemandirian dan mengasah jiwa kewirausahaan remaja LDII Kendari. Selain itu hasil keuntungan yang didapat dari penyelenggaraan bazaar ini juga akan digunakan untuk mendanai kegiatan Remaja LDII Kendari selanjutnya.