Kamis, 07 Juli 2016

Ribuan Jamaah Padati Shalat Idul Fitri 1437 H di Masjid Al-Manshurin

Tanpa terasa 30 hari Bulan Suci Ramadhan telah kita lewati dengan berbagai aktivitas ibadah, maka saatnya kita menyambut hari kemenangan dengan kumandang takbir. Pada Rabu pagi hari tanggal 6 Juli 2016 Kumandang takbir  mulai bersahutan di Lapangan Parkir Timur Masjid Al-Manshurin, Kec. Wua-wua Kendari, Ribuan jamaah sudah memadati lapangan tersebut sejak pagi-pagi sekali.


Acara diawali dengan kegiatan shalat Ied berjamaah yang dipimpin oleh K.H. Abdillah Assiddiqi, yang dilanjutkan dengan pembacaan Khutbah Idulfitri. Setelah itu kemudian dilanjutkan dengan Ceramah Agama yang disampaikan oleh Sugeng Purnomo, S.Ag.  Poin-poin penting yang disampaikan dalam ceramah agama tersebut yaitu pentingnya menjaga toleransi, Ukhuwah Islamiyah dan kerukunan umat beragama pada momen hari raya Idul Fitri ini. Hendaknya momen hari raya ini dimanfaatkan untuk saling bersilaturahim kepada segenap sanak saudara, kerabat, dan tetangga untuk meningkatkan hubungan persaudaraan dan keakraban antar sesama.


Usai penyampaian ceramah agama tersebut dilanjutkan dengan kegiatan salam-salaman seluruh jamaah yang berbaris bergiliran mulai dari pengurus masjid hingga ke para jamaah. Setelah itu mereka kembali ke rumah masing-masing, sebagian banyak juga yang singgah menyambangi rumah K.H. Abdillah Assiddiqi yang kebetulah rumahnya berada di dekat Masjid Al-Manshurin tersebut.  



Minggu, 26 Juni 2016

Ayo Raih Pahala Lailatul Qadar dengan I’tikaf

Bulan suci ramadhan merupakan bulan yang membuka kesempatan kepada orang orang yang suka berbuat maksiat untuk bertaubat kepada Alloh SWT, hal ini telah dijelaskan bahwa pada bulan tersebut semua setan dan iblis akan dibelenggu oleh Alloh, semua pintu surga dibuka selebar-lebarnya begitu juga dengan pintu neraka akan ditutup serapat-rapatnya. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan waktu kita sebaik-baiknya beribadah kepada Alloh SWT pada bulan Ramadhan ini.


Adapun keistimewaan lainnya di bulan Ramadhan adalah terdapatnya satu malam yang sangat Istimewa yaitu Lailatul Qadar.

Mengapa malam ini begitu Istimewanya ? Apa saja keutamaan dari malam ini di bandingkan dengan malam – malam lainnya ?

Lailatul Qadar dalam bahasa Arab: لَيْلَةِ الْقَدْرِ, (malam ketetapan) adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan, yang dalam Al Qur’an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Qur’an.

Allah SWT berfirman dalam surat Al Qadr 1-3 :

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ *

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ *

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ *

“Sesungguhnya Kami (Allah) telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” 

Firman Allah SWT diatas memberitahukan kepada kita bahwasanya Alqur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar, dan pada malam Lailatul Qadar terdapat kemuliaan yang lebih baik daripada seribu (1000) bulan.

Malam Lailatul Qadar juga merupakan malam yang penuh dengan keberkahan. Sebagaimana dalam firman Allah SWT :

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ * فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ * أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا ۚ إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ * رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul, sebagai rahmat dari Rabbmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,.” (QS : Ad Dukhaan : 3-6)

Dalam malam lailatul qadar ditandai pula dengan turunnya malaikat. Seperti dalam firman Allah SWT :

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْر

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat jibril” (QS. Al-Qadar: 4)
Adapun keistimewaan malam lailatul qodar lainnya adalah Alloh akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu bagi orang – orang yang melaksanakan shalat dan berdoa di malam Lailatul Qodar.

Dari Abhu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

Artinya: “Barang siapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (HR. Bukhari no. 1901).

Adapun waktu pelaksanaan ibadah Lailatul Qadar adalah saat sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.

فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيهَا فَلْيَتَحَرَّهَا مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ

“Maka, barangsiapa yang ingin mendapatkan Lailatul Qadar, maka carilah pada sepuluh malam terakhir.” (HR. Bukhari No. 1105)

Adapun dalam mencari malam lailatul qadar ini dengan mengerjakan i’tikaf. I’tikaf (Itikaf, iktikaf, iqtikaf, i’tiqaf, itiqaf), berasal dari bahasa Arab akafa yang berarti menetap, mengurung diri atau terhalangi. Pengertiannya dalam konteks ibadah dalam Islam adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah SWT dan bermuhasabah (introspeksi) atas perbuatan-perbuatannya, dengan merenung, taqarrub (mendekat), beribadah, berzikir dan mohon ampunan kepada Allah.

Sebagaimana dalam hadist Bukhori berikut ini:

Dari Aisyah r.a berkata “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan dia bersabda, yang artinya: “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon” ” (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169).


Dari hadist di atas diterangkan bahwa Rosululloh mengerjakan I’tikaf di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan untuk mencari malam lailatul qadar . Maka mari kita mempersungguh untuk i’tikaf di 10 hari terakhir di bulan romadhon dengan harapan dapat meraih pahala 1000 bulan dengan memperbanyak ibadah pada malam tersebut.

Minggu, 12 Juni 2016

5 Sukses Ibadah di Bulan Ramadhan

Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh dengan ampunan, rugilah bagi orang yang sudah melewati ramadhan tapi dia tidak mendapatkan ampunan dari Allah, selain itu pula semua amalan dilipat gandakan baik ataupun buruknya.


Maka dari itu kami mengingatkan kembali kepada kawan kawan semua untuk meraih kesuksesan dalam bulan ramadhan ada program ibadah Lima Sukses Ramadhan meliputi: sukses puasa ramadhan, sukses Sholat Tarawih, sukses Tadarus Al-Quran, sukses Lailatul Qodar, dan yang kelima adalah sukses Zakat, Infaq dan Shodaqoh.

1.    Sukses Berpuasa Ramadhan  
Dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 183 disebutkan,”Wahai orang-orang beriman diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar engkau menjadi orang yang bertaqwa.”

Dalam hadist Bukhori Kitab keutamaan Malam Qodar dijelaskan,” Dari Abi Hurairoh RA dari Nabi SAW, Nabi bersabda,” Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan kerena mencari pahala dari Allah, diampuni apa-apa yang telah lewat dari dosanya. Dan barang siapa berdiri (beribadah) pada malam qodar karena mencari pahala dari Allah, diampuni apa-apa yang telah lewat dari dosanya.”

Jadi selama kita tidak mengalami udzur seperti kondisi sakit, mengalami gangguan jiwa, pikun, ataupun kondisi haid bagi perempuan, maka diharuskan untuk berpuasa sebulan penuh tanpa melewatkan satu haripun.

2.            Sukses Sholat Tarawih
Hadist riwayat Bukhori dalam Sholat Tarawih dijelaskan,” Dari Abi Huriroh RA dan Nabi SAW, Nabi bersabda,” Barang siapa berdiri (sholat sunnah) pada bulan Ramadhan karena mencari pahala dari Allah, diampuni apa-apa yang telah lewat dari dosanya.

3.            Sukses Tadarus Al Quran
Dalam bulan Ramadhan ini dianjurkan dapat mengkhatamkan bacaan Al-Quran 30 juz, sedikitnya satu kali, adapun bagi yang belum lancar dalam membaca Al-Quran agar berusaha meningkatkan/mengasah kemampuan membaca Al Qurannya selama bulan ramadhan ini. Karena satu huruf Al-Quran yang kita baca selama bulan Ramadhan digandakan 10 kali lipat oleh Allah dibanding bulan lainnya.

4.            Sukses Iktikaf dan Malam Lailatur Qodar
Pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, para jamaah dianjurkan bisa beribadah full semalam suntuk (itikaf) di dalam Masjid hingga waktu Subuh. Malam Qodar jatuh diantara 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Beribadah dalam malam Qodar tersebut pahalanya melebihi beribadah selama 1000 (seribu) bulan. Awas jangan sampai terlewatkan atau bahkan tertidur dalam malam yang agung tersebut.

5.            Sukses Zakat, Infak, dan Sedekah

Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 43 dijelaskan,” Tegakkanlah shalat dan bayarlan Zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk,” dalam hal ini membayar zakat dengan satu Sho’  (sekitar 2,7 Kg) makanan pokok yang disetorkan kepada amil zakatnya sebelum terbitnya fajar di idul Fitri. Selain zakat selama bulan Ramadhan dianjurkan memperbanyak infak dan sedekah, terlebih lagi pada saat 10 malam terakhir di bulan Ramadhan. Karena jika kita infak dan sedekah pada saat tersebut nilai pahalanya dilipatkan berkali-kali lipat dibanding waktu lainnya Sekian semoga bermanfaat.

Selasa, 31 Mei 2016

Beribadah Dengan Khusuk

Pertama kali yang akan musnah dalam umat akhir jaman adalah sifat hati yang khusuk. Manusia sudah tidak bisa konsentrasi, fokus dan serius dalam beribadah. Waktu dan pikiran manusia lebih banyak tersita untuk urusan dunia daripada urusan agama dan zdikir pada Allah.

Dalam Surah Al-Hadid ayat 16 Allah Ta’ala menasehatkan, hendaknya orang-orang beriman khusuk hatinya untuk ingat pada Allah dan pada agama Allah.

Janganlah kaum Muslimin seperti orang-orang ahli kitab, Yahudi dan Nasrani, yang umurnya panjang tapi keras hatinya dan banyak melanggar karena tidak khusuk pada Allah.

1579 – حَدَّثَنَا إِدْرِيسُ بْنُ عَبْدِ الْكَرِيمِ الْحَدَّادُ، ثَنَا عَاصِمُ بْنُ عَلِيٍّ، ثَنَا فَرَجُ بْنُ فَضَالَةَ، عَنْ لُقْمَانَ بْنِ عَامِرٍ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَوَّلُ مَا يُرْفَعُ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ الْخُشُوعُ حَتَّى لَا يُرَى فِيهِ خَاشِعًا»

Dari Abi Darda’, sesungguhnya Nabi s.a.w. bersabda: “Pertama kali diangkat dari umat ini adalah rasa khusu’ sehingga tidak dijumpai lagi dalam umat sifat khusuk.
[Hadist Riwayat Thobrini No 1579]

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ (16)

Adakah belum waktunya orang-orang beriman khusuk hati mereka untuk ingat kepada Allah dan pada apa-apa yang diturunkan dari agama yang haq dan janganlah seperti orang-orang yang diberi kitab sebelumnya maka masa mereka lama maka keras hati mereka dan kebanyakan mereka fasiq.
[Surah Al-Hadidi ayat 16]


Sumber : Pengajian-ldii.net

Selasa, 03 Mei 2016

Polda Sultra Dukung LDII Perangi Radikalisasi

Menyikapi masih maraknya aktivitas kegiatan-kegiatan kelompok radikal yang mencoba untuk mengubah ideologi bangsa indonesia yaitu Pancasila dan konsep kebangsaan yang berbhineka tunggal ika, maka sebagai langkah pencegahan pemerintah terus-menerus berupaya mengkampanyekan kegiatan deradikalisasi dengan menggandeng berbagai tokoh masyarakat, kelompok ormas, kelompok keagamaan, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.


Beberapa bulan lalu tidak lama setelah tragedi teror bom thamrin di Jakarta terjadi, LDII sebagai salah satu organisasi islam yang aktif menentang keras segala macam bentuk terorisme yang membawa nama agama ikut diundang Presiden Jokowi bersama Pimpinan NU bertemu di Istana Merdeka Jakarta membahas penanganan dan pencegahan gerakan radikal islam di Indonesia.

Seusai pertemuan tersebut DPP LDII segera memberikan arahan kepada semua Pengurus DPW dan DPD LDII yang tersebar di 34 Propinsi dan 509 Kabupaten/Kota di Indonesia untuk mengencarkan sosialisasi gerakan deradikalisasi dengan menggandeng pihak-pihak terkait khususnya TNI/Polri yang ada di daerah setempat.


Di wilayah Sulawesi tenggara, Pihak DPW LDII Sultra bekerjasama dengan Polda Sultra untuk melakukan penyuluhan bahaya radikalisme, dimana kegiatan tersebut telah berlangsung di Masjid Al-Mukhlis, Lepo-lepo, Kendari pada tanggal 2 Mei 2016 pada pukul 20.00 WITA hingga selesai.

Dalam kegiatan tersebut pihak Polda Sultra diwakili oleh Kabag Bin Ops Polda Sultra AKBP. Arif Gunawan yang kemudian melakukan penyuluhan dengan materi yang disusun secara terstruktur mulai dari sejarah awal mula terbentuknya kelompok-kelompok radikal di Indonesia yang kemudian mendorong terjadinya peristiwa teror Bom Bali pada tahun 2002 yang menimbulkan ratusan korban jiwa, lalu aktivitas kelompok Abubakar Baasyir hingga sepak terjang kelompok santoso yang sampai sekarang masih menebar teror di Poso Sulawesi Tengah.


Lebih lanjut AKBP Arif Gunawan menyatakan bahwa seluruh masyarakat harus mewaspadai ciri-ciri kelompok radikal tersebut, diantaranya adalah ; Suka mengkafirkan kelompok yang mereka anggap berseberangan, tidak mengakui pancasila dan UUD 1945, menentang konsep kebhinekaan, tidak mengkonsumsi daging hasil sembelihan orang-orang yang dianggap kafir,


Pihak Polda Sultra menurut AKBP Arif Gunawan sudah mengidentifikasi aktivitas kelompok-kelompok radikal ini di wilayah sulawesi tenggara, diantaranya yang menonjol adalah HTI dan Wahdah Islamiyah. Beberapa kelompok pendukung ISIS dan teroris santoso juga teridentifikasi mencari dukungan di wilayah sulawesi tenggara. Karena itu pengawasan terhadap rumah-rumah kos harus ditingkatkan, karena jaringan teror tersebut biasa hidup berpindah-pindah sehingga biasa memanfaatkan jasa rumah kos.

Oleh sebab itu pihak kepolisian mendukung penuh peran LDII dalam memberikan pemahaman bahaya radikalisme di lingkungan masyarakat sebagai langkah pencegahan untuk meminimalisir aktivitas kelompok radikal tersebut di berbagai lapisan masyarakat.


Selain itu dirinya juga mengapresiasi peran LDII dalam mengedukasi warganya agar selalu menjauhkan diri dari kejahatan lainnya seperti Penyalahgunaan Narkoba, dan minuman keras. Menurutnya kejahatan Narkoba memiliki efek buruk yang tidak kalah dahsyat dari aksi terorisme. Puluhan orang masuk penjara tiap hari gara-gara narkoba hingga membuat lapas penuh. Korbannya pun beragam mulai dari anak-anak, remaja, PNS, TNI/Polri, bahkan hingga pejabat seperti bupati pun ikut terjerat kasus narkoba.



Pada akhir acara penyuluhan juga diadakan tanya-jawab mengenai radikalisme lalu ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Habibullah kemudian dilanjutkan dengan acara foto bersama dengan para pengurus LDII setempat.


Minggu, 01 Mei 2016

Mengintip Keindahan Panorama Pantai Nambo, Kendari

Kota Kendari sebagai salah satu kota di Sulawesi Tenggara yang terletak di pinggir laut, dan menawarkan banyak destinasi wisata pilihan untuk layak dikunjungi. Salah satunya adalah Pantai Nambo.


Pantai Nambo adalah merupakan salah satu pantai yang sangat terkenal di Kendari, Sulawesi Tenggara. Obyek wisata Sulawesi yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi wisatawan dan sudah menjadi obyek wisata terfavorit di kota Kendari. Obyek wisata Pantai Nambo ini tidak jauh dari Kota Kendari hanya berjarak sekitar 12 kilometer di sebelah selatan pusat kota Kendari tepatnya di Kelurahan Abeli. Pantai ini memiliki air yang sangat jernih dengan gradasi warna yang sangat menarik.

Ombak di pantai Nambo ini beriak tenang dan semilir angin lautnya pun juga sangat indah. Keindahan panorama laut pun semakin indah ditambah dengan nyiur dan pohon yang tumbuh di sekitar tepi pantai. Pada hari libur, obyek wisata Sulawesi Tenggara ini banyak dipadati oleh para pengunjung yang ingin menikmati keindahan panorama alamnya. Melihat minat dan antusias yang tinggi dari para pengunjung, maka Pemkot Kendari melakukan berbagai upaya perbaikan beberapa fasilitas umum diantaranya fasilitas toilet, tempat parkir, dan beberapa gazebo yang akan memanjakan para wisatawan yang mengunjungi obyek wisata Pantai Nambo ini.


Selain itu, pantai ini juga memiliki hamparan pasir putih yang sangat indah dan mampu menyihir banyak pengunjung untuk mengunjungi kawasan wisata Sulawesi ini. Di pantai Nambo ini, para pengunjung selain bersantai bisa juga untuk menyempatkan bermain pasir, bermain banana boat, bermain air laut , voli pantai, berlari-lari di sekitar pantai, layang-layang, dan berbagai aktivitas lainnya.


Pantai Nambo ini juga sudah dilengkapi dengan bermacam-macam fasilitas pendukung yang akan membuat para pengunjung nyaman di lokasi wisata. Di area obyek wisata Pantai Nambo ini sudah tersedia beberapa warung yang menjajakan berbagai macam dagangannya, toilet umum, tempat parkir yang luas, dan tersedia juga beberapa pilihan penginapan mulai dari hotel Melati hingga hotel berbintang. Jika anda menghendaki untuk menginap di sekitar pantai Nambo ini, kami merekomendasikan kepada anda beberapa hotel yang bisa anda pergunakan untuk istirahat melepas lelah yaitu Hotel Grand Clarion, Hotel Plaza Inn, Hotel Zahra, Hotel Horison dan Swiss-Belhotel Kendari.

Lokasi
Obyek wisata Pantai Nambo ini terletak di Kelurahan Abeli, atau hanya berjarak sekira 12 kilometer sebelah selatan pusat Kota Kendari.


Akses
Bagi anda yang belum mengetahui lokasi obyek wisata Pantai Nambo ini, anda bisa mengunjunginya dengan cukup mudah jika sudah berada di Kota Kendari, baik menggunakan kendaraan umum/taxi atau kendaraan pribadi. Dari Bandar Udara Haluoleo, hanya diperlukan waktu perjalanan sekira 20 menit untuk menuju lokasi. Sedangkan jika ingin mengaksesnya dari Pelabuhan Kendari, anda bisa menggunakan perahu tradisional untuk menuju obyek wisata Sulawesi Tenggara ini. Nah tunggu apa lagi, segera ajak keluarga, teman atau sahabat anda untuk menikmati Keindahan panorama Pantai Nambo ini. (Diolah dari berbagai sumber).



Badan Otorita Pariwisata Terbentuk, Wakatobi Siap Bersolek

JAKARTA--Bupati Wakatobi Hugua berharap terbentuknya Badan Otorita Pariwisata Wakatobi, Sulawesi Tenggara bisa menjadi batu loncatan bagi wilayahnya untuk terus berkembang di sektor wisata. Hugua menargetkan sektor wisata di Wakatobi bisa mendatangkan devisa senilai USD 500 juta pada  2019 mendatang.


" Selama 10 tahun kami mempersiapkan Wakatobi sehingga menjadi destinasi wisata dunia. Ini tidak akan terwujud tanpa kerja keras dan kesiapan seluruh masyarakat," kata Bupati Hugua di Jakarta baru-baru ini.

Menurutnya, pembentukan badan otoritas pariwisata menjadi terobosan gemilang di era pemerintah Presiden Joko Widodo. Pemkab sangat mendukung konsep kawasan ini. Hugua pun sudah siap menonjolkan berbagai tempat wisata andalan di Wakatobi.

"Punya underwater di Wakatobi dan Buton. Punya budaya, kasultanan dengan benteng terbesar di dunia di Kota Baubau. Punya hutan Wallacea yang paling lengkap habitat aslinya di Buton. Punya jati terbesar, tertua, dan paling langka juga pacuan kuda di Muna, kami punya atraksi paling lengkap," ujar Hugua.


Setelah Badan Otorita Pariwisata terbentuk diharapkan Pulau Wakatobi makin mendunia. Saat ini saja, Wakatobi menjadi bagian dari 127 dari kawasan cagar biosfer dunia. 

"Jadi target 500 ribu turis di 2019 sangat memungkinkan. Kalau setiap turis menghabiskan 1000 dolar AS maka Wakatobi akan menyumbang USD 500 juta. Ini jumlah yang sangat besar, tentu itu akan mendongkrak kesejahteraan masyarakat," jelasnya.


Sementara itu, Asisten Deputi Jasa Kemaritiman, Kementerian Koordinator Maritim Okto Irianto mengatakan, BOP Wakatobi nantinya menjadi role model bagi pengelolaan kawasan strategis pariwisata nasional.

"Prinsipnya one destination one management, sehingga ketidakefisienan bisa dihindari," tuturnya.

Namun, BOP nantinya hanya akan mengelola sebagian kawasan pariwisata yang selama ini belum tersentuh. Kawasan Wakatobi akan dikembangkan menjadi ecotourism yang melibatkan masyarakat. Selama ini kawasan darat dan laut Wakatobi terjaga karena masyarakat maritim yang sangat paham tentang konservasi, lingkungan.


"Karena alamnya sudah siap begitu pun masyarakatnya sangat terbuka, maka kami menargetkan kawasan ini menjadi quality tourism, bukan mass tourism," tegasnya.

Ari Prasetyo, anggota tim percepatan pembangunan 10 destinasi pariwisata Kementerian Pariwisata, mengatakan BOP berperan merangkul semua sektor untuk mewujudkan impian itu.


 "Kuncinya adalah manajemen cinta. Tujuan kita sama, membuat Wakatobi menjadi destinasi kelas dunia," kata Ari.

Menurutnya, BOP nantinya merupakan organisasi lintas instansi. Kemen PU-PR akan menyiapkan infrastruktur, Kementerian Perhubungan berperan menyiapkan frekuensi penerbangan. "Kami juga akan meminta pihak Garuda untuk membuka penerbangan ke Wakatobi. Motto kami quick win, targetnya satu tahun semua sudah siap," tandasnya.

Sumber : JPNN.com