Sabtu, 20 Juni 2015

Manfaat Jeruk Lemon Saat Berpuasa

Jeruk lemon selain akrab dalam dunia kuliner, juga sangat berkhasiat bagi tubuh. Masyarakat umumnya menggunakannya sebagai infused water, berupa irisan lemon yang direndam dalam air, kemudian dikonsumsi sebagai detoksifikasi tubuh. Terkadang irisan lemon juga dicampur dengan menggunakan beberapa bahan herbal lain, seperti daun mint atau berbagai macam jenis berry.

Lemon mengandung vitamin C, polyphenol, serta asam sitrat sebagai ciri buah sitrus, yang dapat membunuh racun dalam tubuh. Dilansir infusedwaters.com, buah lemon dan jeruk nipis mengandung lebih sedikit gula daripada buah kebanyakan. Sehingga berguna untuk menurunkan berat tubuh dan membersihkan liver.

Situs waterbenefitshealth.com menambahkan, selain membersihkan tubuh dari racun dan menstimulus liver, air lemon juga memperbaiki sistem pencernaan dan pembuangan. Serta membantu tubuh menghasilkan zat alkali sebagai penyeimbang dan mengontrol peningkatan bakteri dan virus yang tidak sehat.


Tanaman yang berfamili dengan jeruk nipis dan jeruk lainnya ini tidak hanya baik dikonsumsi sebagai infused water, namun juga sebagai campuran minuman hangat. Bagi para pelaku food combining, air hangat dengan irisan lemon merupakan menu wajib pagi hari, untuk membantu sistem pembuangan racun dalam tubuh.

Pola makan pelaku food combining pada dasarnya memperhatikan aktivitas tubuh. Pada pukul 12.00 sampai 20.00 adalah waktu untuk pencernaan, pukul 20.00 sampai 04.00 adalah waktu penyerapan, dan 04.00 sampai 12.00 adalah waktu pembuangan. Dilansir yogaleaf.com, selama waktu pembuangan, tidak dianjurkan memakan makanan berat seperti karbohidrat dan protein hewani. Karena itulah minuman seperti air lemon atau buah-buahan yang mengandung banyak air justru dianjurkan. Sebab sangat cepat dan mudah diserap tubuh.

Selama puasa, para pelaku food combining tidak perlu bingung dengan pola makan yang tidak seperti biasanya. Erikar Lebang, salah seorang pakar food combining dalam yogaleaf.com mengatakan, makan sahur dapat dilakukan dengan minum air lemon dan makan dua atau tiga macam buah, yang memenuhi kebutuhan serat dan kelengkapan gizi sehari penuh. Setelah 15 menit, boleh makan namun jangan terlalu banyak, karena mengganggu siklus buang. Saat berbuka, pastikan tidak memakan makanan dan minuman yang terlalu manis.

Selain bermanfaat, asam sitrat dalam lemon dan jeruk nipis juga sangat efektif membunuh sel kanker neuroblastoma, karena memiliki kandungan antioksidan limonoid (Journal of Nutrition, 2005) dan mencegah pembentukan batu ginjal (Journal of Endourology, 2008).

Namun, asam sitrat juga memiliki efek samping yang merugikan sistem tubuh jika dikonsumsi terlalu banyak. Seperti sakit kepala dan kelelahan ekstrim. Situs livestrong.com menyebutkan, asam sitrat juga dapat menimbulkan GERD (gastroesophageal reflux disorder) atau disebut juga penyakit saluran cerna yang bersifat kronis.

Penyakit ini disebabkan naiknya kadar asam lambung sehingga menyebabkan penderitanya mengalami rasa terbakar di kerongkongan dan rasa asam di mulut. Biasanya ditandai dengan gejala mual hingga muntah. GERD tidak selalu muncul, tergantung tingkat keparahan yang diderita.

Situs webmd.com mengingatkan produk natural tidak selalu aman dan dosis adalah yang terpenting. Konsumsi lemon atau air lemon memang baiknya tidak melebihi kadar dosis yang dianjurkan. Cukupi kebutuhan gizi yang diperlukan dan jaga keseimbangannya dalam tubuh.(Noni/LINES)

Sumber : ldii.or.id

Senin, 15 Juni 2015

Manfaat Membaca Alqur'an


Aktivitas manusia yang lupa waktu kerap kali membuatnya lupa terhadap bacaan yang paling agung di muka bumi, Alquran. Sebagai umat Islam, bertanyalah kepada diri sendiri, seberapa lama Anda sibuk atau seberapa sering memainkan gadget dibanding membaca kitabullah? Padahal Alquran merupakan kalamullah (firman Allah SWT) dan membacanya adalah amalan yang paling utama dilakukan oleh lisan. Allah Ta’ala berfirman :
“Ini adalah sebuah Kitab yang Kami (Allah) turunkan kepadamu Muhammad penuh dengan berkah agar mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang mempunyai pikiran dapat mengambil peringatan .” (Shaad ayat 29).
Rasulullah SAW bersabda :
“Aku tinggalkan kepada kamu sekalian dua perkara, jika kalian berpegang teguh kepada keduanya niscaya kalian tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu Alquran dan sunnah Rasul.” (HR Tirmidzi)


“Bacalah oleh kalian Alquran. Karena ia (Alquran) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang “rajin” membacanya.” (HR Muslim)

Ulama LDII menganjurkan untuk membaca Alquran meskipun hanya tiga ayat. Ijma’ ini didasarkan pada surat terpendek dalam Alquran yang berisi 3 ayat seperti Surat Alkautsar. Selain itu satu huruf Alquran mengandung satu kebaikan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: 
Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Alquran), maka baginya satu pahala kebaikan dan satu pahala kebaikan akan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali, aku tidak mengatakan ALIF LAM MIM itu satu huruf, akan tetapi ALIF satu huruf, LAM satu huruf & MIM satu huruf. (HR Tirmidzi)

Rasulullah SAW bersabda :
Pada hari kiamat, Alquran akan datang kemudian berkata; “Ya Allah berilah dia pakaian”, maka dipakaikanlah kepadanya mahkota kemuliaan. Kemudian Alquran berkata lagi; “Ya Allah, tambahkanlah kepadanya”, maka dipakaikan kepadanya pakaian kemuliaan. Kemudian berkata lagi; “Ya Allah, ridhoilah dia”, akhirnya dia pun diridhoi. Kemudian dikatakan kepada ahli Alquran ; “Bacalah dan naiklah, niscaya akan ditambahkan kepadamu satu pahala kebaikan pada setiap ayat”. 
(HR Tirmidzi)

Setelah mengetahui keberkahan membaca Alquran, mulailah membuat daftar pertanyaan kepada diri sendiri, antara lain:
“Hari ini sudah membaca Alqurankah diriku ?”
“Hari ini sudah berapa ayat aku baca Alquran ?”
“Sudah baik dan benarkah diriku dalam membaca Alquran ?”

Bagi yang belum mahir atau lancar dalam membaca ayat-ayat suci Alquran tidak usah berkecil hati. Allah pun juga memberi ganjaran kepadanya. Sebagaimana sabda Rasulullah :
“Yang membaca Alquran dan dia mahir membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Alquran namun dia tidak lancar dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala. (HR Bukhori)
Dengan tekun membaca Alquran dan rajin meminta koreksi kepada yang lebih baik membacanya, insya Allah bacaannya lama-kelamaan akan lancar, benar makhroj dan tajwid-nya, tartil, dan tepat panjang pendeknya.
“Gambaran orang iman yang membaca Alquran adalah bagaikan buah utrujah, aromanya wangi dan rasanya enak. Dan gambaran orang iman yang tidak membaca Alquran adalah bagaikan buah kurma, tidak ada aromanya tetapi rasanya manis. Sedangkan gambaran orang munafiq yang membaca Alquran adalah bagaikan roihanah, aromanya wangi namun rasanya pahit. Dan gambaran orang munafiq yang tidak membaca Alquran adalah bagaikan buah hanzholah, ia tidak memiliki aroma dan juga rasanya pahit”. (HR Bukhori)
Ayo memulai dari diri sendiri dahulu untuk menjadi lebih baik dengan gemar dan hobi membaca Alquran tak perlu banyak minimal tiga ayat asal rutin setiap hari, lebih banyak lebih baik. Sabda Rasulullah :
“Sesungguhnya amalan yang dicintai oleh Allah adalah yang terus menerus (continue) walaupun sedikit.” (HR Bukhari)

Membaca Alquran adalah interaksi umat Islam kepada Allah. Orang yang meluangkan waktu sejenak untuk membaca Alquran dengan niat semata-mata untuk beribadah kepada-Nya pastilah tidak akan rugi dan menyesal, bahkan Allah akan memberinya ganjaran yang indah pada Hari Kiamat. (Ust. Temy Abdillah)
sumber : ldii.or.id

Kamis, 04 Juni 2015

200 Pemuda LDII Surabaya-Sidoarjo dilatih Bela Negara Oleh TNI


Surabaya (ANTARA News) - Sebanyak 200 pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dari Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur mengikuti pelatihan bela negara di Markas Batalyon Arhanudse-8, Gedangan, Sidoarjo, 8-10 Mei.

Bagian Humas LDII Jawa Timur dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Surabaya, Senin, menyebutkan pelatihan wawasan bela negara itu merupakan salah satu upaya LDII dalam mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pelatihan yang merupakan kerja sama DPD LDII Kota Surabaya dan DPD LDII Kabupaten Sidoarjo bersama Batalyon Arhanudse-8 itu merupakan ajang penggemblengan 100 pemuda LDII Surabaya dan 100 pemuda LDII Sidoarjo dengan materi dari para pembina di lingkungan Batalyon Arhanudse-8.

Materi yang diberikan antara lain tentang Pembentukan Sikap Mental, Proxy War, serta Aktualisasi dan Motivasi Bela Negara. 

Selain materi, para peserta akan mendapat gemblengan secara fisik melalui olahraga pagi, apel pagi, dan "outbound" yang menjadi satu rangkaian kegiatan dalam pelatihan ini.

Pelatihan yang dibuka oleh Danrem 084/BJ, Kolonel Inf. Muhammad Nur Rahmad, itu menampilkan pelatih antara lain Kapt. Arh Bayu, Danyon Arh-8, Kapt. Arh Jamal, dan Letnan. Arh Rahmat.

Targetnya, kegiatan ini mencetak para pemuda LDII yang makin kuat sikap mentalnya untuk mendukung NKRI dalam beragam bentuk kegiatan, sehingga para pemuda LDII ini bisa menjadi pelopor di lingkungannya dalam hal bela negara.


"Cross Culture Understanding"

Sebelumnya (7/5), Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI menggelar "Dialog Lintas Guru Agama di Sekolah" yang diikuti ratusan guru di Semarang, Jawa Tengah.

"Sebagai lembaga pendidikan, sekolah mempunyai posisi strategis sebagai lembaga yang memberikan pemahaman tentang perdamaian, penghargaan atas perbedaan, dan toleransi," kata Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Abd. Rahman Masud.

Untuk itu, potensi besar sekolah dalam menjaga perdamaian perlu dioptimalkan. "Sekolah seharusnya menjadi agen perdamaian. Salah satu yang perlu diperkuat dalam konteks ini adalah peran guru agama di Sekolah," katanya.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memberikan pembekalan terhadap guru agama dengan "cross culture understanding", "multiculture of education" dan metode-metode pembelajaran agama yang modern.

"Dengan pola itu, maka agama jauh dari konflik, karena para guru menerima bekal tentang cross culture understanding," katanya.

Senada dengan itu, Kapuslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Hamdar Arraiyyah mengatakan dalam mengakomodasi terwujudnya budaya damai melalui pendidikan agama, Kemenag mengupayakan terwujudnya budaya dialog lintas guru agama. "Kemenag punya tanggung jawab besar dalam mendorong guru agama untuk memberikan ilmu positif tentang agama berwawasan damai," katanya dalam acara yang dibuka Asisten Kesra, Budi Wibowo, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 


Sumber : Antaranews.com
Editor: B Kunto Wibisono

Minggu, 03 Mei 2015

PAC LDII Rahandouna Gotong Royong Bangun Masjid

Sedikit demi sedikit lama kelamaan menjadi bukit, tampaknya inilah yang menjadi prinsip warga PAC LDII Rahandouna, Kec. Poasia, Kota Kendari dalam bergotong-royong membangun masjid kecil di lingkungan mereka. Memanfaatkan momen hari libur, pada hari minggu pagi 03/05/2015, belasan warga tua maupun muda berkumpul di lokasi pembangunan masjid untuk bergotong royong memasang dinding batako dan menimbun teras samping masjid.

Kegiatan yang dikoordinir Ustad Sulthoni ini dimulai dengan memindahkan ratusan buah batako dan batu bata ke dalam area masjid, menimbun teras samping masjid, kemudian membuat campuran adonan semen dan memasang dinding batako di sekeliling masjid. kegiatan ini berlangsung cukup lama hingga jam 12 siang, karena keterbatasan jumlah personil. Meski tidak terlalu banyak, tapi warga yang terlibat cukup bersemangat karena memang diniati ibadah mengharap pahala dari Allah, apalagi ibu-ibu majelis taklim juga selalu memberikan support dengan menyiapkan aneka snack dan minuman untuk semua yang terlibat dalam kegiatan gotong-royong membangun masjid tersebut. 


Ukuran bangunan masjid ini direncanakan berukuran 9,5 x 10,5 meter yang nantinya juga dilengkapi dengan fasilitas tempat wudhu, kamar mandi, gudang, dan kamar muadzin/penjaga masjid. Masjid ini juga memiliki lahan parkir yang cukup luas. Diharapkan jika masjid ini selesai dibangun akan dapat lebih memudahkan warga dalam menjalankan aktivitas ibadah, khususnya sebagai sarana dakwah yang efektif karena dapat mengakomodir berbagai kegiatan pengajian yang dilaksanakan oleh PAC LDII Rahandouna.

Guru Abad 21, Belajarlah dari Cokroaminoto, Ki Hajar dan Muslimah


HOS Cokroaminoto dan Ki Hajar Dewantara memang tidak hidup di abad 21. Muslimah pun sudah pensiun sebagai guru pada saat konsep '21st Century Skills' menjadi jargon baru di dunia pendidikan. 

Boleh jadi, istilah collaboration, creative thingking and problem solving, self direction, communication, dan global awareness pun tidak sempat mereka kenal. Namun, pada kenyataannya, keterampilan-ketrampilan itulah yang mereka ajarkan kepada anak didiknya. Maka, jelas sekali, bahwa 'Keterampilan Abad 21' itu sebenarnya bukan konsep 'baru'. 

Ya, kita memang sering lebih percaya pada suatu konsep dan gagasan jika berasal dari barat, yang dikemas dengan istilah-istilah keren nan canggih. Cokroaminoto, Ki Hajar Dewantara dan Muslimah membuktikan bahwa guru tidak cukup hanya memiliki ilmu akademis dan pedagogis. Guru juga harus seorang pembelajar (learner) seorang among (collaborator, communicator, adaptor) sekaligus pamong (leader), berani memberi tantangan bagi muridnya (risk taker), sebagai panutan (model), serta punya visi jauh ke depan (visionary). Sejatinya, itulah yang sekarang ramai dibicarakan sebagai '21st Century Educator'.

Saat ini banyak sekolah dan perguruan tinggi, bahkan pemerintah seakan berlomba menerjemahkan konsep tersebut dengan merancang materi pengajaran yang mempunyai aroma '21st Century Skill'. Mereka merujuk ke berbagai hasil riset dari para pakar pendidikan barat atau menghadiri seminar-seminar internasional. Padahal, jika mau sedikit peka dan jeli, kita dapat banyak belajar dan menelaah konsep "mendidik" yang berakar dari nilai-nilai luhur bangsa ini dan telah diterapkan para pendidik nasional kita.

Ujung tombak

Guru adalah ujung tombak pendidikan nasional. Bukan kurikulum, bukan buku paket, bukan fasilitas lengkap dan canggih. 

Seberapa sering isu tentang peningkatan kualitas guru dan dosen diperdebatkan di acara-acara talk show di televisi? Seberapa sering kita mengangkat topik tentang program peningkatan kualitas para guru di daerah terpencil? Pernahkah kita mengangkat topik tentang target Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan akhir 2014 lalu yang menyatakan bahwa semua dosen perguruan tinggi harus memiliki gelar S-2? 

Sampai saat ini tercatat, dosen berkualifikasi akademik S-2/S-3 baru mencapai sekitar 66 persen atau sekitar 110 ribu dosen. Padahal, kita memiliki dari 3000 lebih lembaga pendidikan tinggi. Permasalahannya bukan pada dana, tapi kesulitan kita mendapatkan kandidat berkualitas, terutama untuk yang akan meneruskan studi di luar negeri.

Sebagai gambaran untuk program S-3 ke perguruan tinggi di Belanda, DIKTI bekerjasama dengan Netherlands Education Support Office (Neso) menargetkan mengirim 50 dosen calon doktor setiap tahun untuk studi di Belanda. Hasilnya? Tak sampai setengah dari target tersebut tercapai karena sedikitnya calon bisa memenuhi persyaratan yang ditetapkan perguruan tinggi di Belanda.

Topik tentang pengembangan kualitas guru mungkin tidak semenarik topik tentang pergantian menteri pendidikan, gonta-ganti kurikulum, atau topik tentang Ujian Nasional. Dikaitkan dengan konsep 'Keterampilan Abad 21', seharusnya kita berpikir, guru seperti apakah yang mampu mendidik siswa sehingga mereka memiliki 'Keterampilan Abad 21' itu? Apakah cukup dengan merevisi materi pengajaran, penambahan fasilitas pengajaran dan instrumen evaluasi, target siswa dengan 'Keterampilan Abad 21' bisa tercapai?

Sudah saatnya kita lebih kritis dan peduli tentang kualitas guru dan berusaha untuk meningkatkannya. Sudah saatnya kebijakan pendidikan nasional lebih menekankan pada pentingnya bangsa ini memiliki guru berdaya saing global, profesional, dan berkarakter. Guru yang tidak hanyamengajar, tapi mendidik siswa menjadi manusia yang berdaya saing global, profesional, dan berkarakter.

Maka, mari wujudkan Indonesia yang memiliki guru yang mampu membentuk kehidupan anak bangsa. Seperti kata Soekarno, "HOS Tjokroaminoto itulah yang membentuk seluruh kehidupan saya". 

Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Penulis : Indy Hardono
(Sumber : kompas.com)

Kamis, 30 April 2015

Kakanwil Kemenag Sultra Bersilaturahim Dengan Pengurus LDII Sultra

Sebagai lembaga pemerintah yang memiliki tugas membina dan mengayomi kehidupan beragama di Indonesia, Kementerian Agama RI selalu berupaya meningkatkan pelayanan dan perhatian kepada semua kelompok umat beragama untuk memastikan bahwa semua kelompok tersebut selalu menjalankan aktivitasnya sesuai aturan dan norma hukum yang berlaku di Negara Indonesia. Apalagi dengan semakin maraknya gerakan islam radikal di Indonesia membuat Kementerian Agama RI juga semakin gencar mensosialisasikan program dakwah deradikalisasi ke seluruh penjuru tanah air.
Begitupula halnya dengan Kemenag Sultra, lembaga dibawah pimpinan Kakanwil saat ini yaitu H. Muhammad Ali Irfan juga rajin menyambangi berbagai kelompok agama di Sultra untuk memberikan pencerahan. Hal tersebut tentu sejalan juga dengan program dakwah LDII yang selalu bermitra dengan semua unsur di pemerintahan maupun TNI-POLRI untuk menjalankan aktivitasnya dan membantu program pemerintah dalam mengeliminir gerakan radikal islam di Indonesia.




Untuk itu DPW LDII Sultra bekerjasama dengan Kemenag Sultra menyelenggarakan kegiatan Silaturahim Bersama Kakanwil Kemenag Sultra dengan Piengurus LDII Sultra yang bertempat di Masjid Al-Mukhlis, Kel. Wundodopi, Kec. Baruga, Kendari pada Hari Kamis malam ba'da Isya  tanggal 30/04/2015. Acara tersebut dihadiri juga oleh ribuan warga LDII Kendari. Acara tersebut dimulai dengan sambutan Ketua DPW LDII Sultra L. Kadir, S.Pd yang menguraikan berbagai kegiatan dakwah LDII maupun kegiatan sosial LDII Sultra seperti kegiatan penghijauan mangrove di Teluk Kendari, Kegiatan Workshop ekonomi syariah,  Workshop kewirausahaan, kegiatan workshop gerakan internet sehat, kegiatan turnamen sepakbola, dan Kegiatan Persinas ASAD.
Kegiatan Acara Silaturahim tersebut kemudian ditutup dengan kegiatan foto bersama unsur pimpinan LDII Sultra dengan pihak Kakanwil Kemenag Sultra.


Minggu, 19 April 2015

LDII Wua-Wua Undang Kapolsek Baruga Dalam Forum Pengajian

Saat ini fenomena gerakan radikal islam mulai semakin mewabah di seluruh Indonesia. Apalagi semenjak gerakan organisasi radikal ISIS mulai diproklamirkan di Timur Tengah dengan mengobarkan perang atas nama jihad di Irak dan Syria hal itu juga turut meluaskan pengaruh paham radikal hingga ke berbagai pelosok Indonesia. Jika hal ini tidak dieliminir tentu akan berpotensi memecah belah kerukunan umat beragama di Indonesia. Oleh karena itu LDII sebagai organisasi Islam yang Pancasilais tentu turut andil berupaya menyukseskan program pemerintah dalam membentengi ideologi warganya dari pengaruh paham-paham islam radikal seperti ISIS.

Sehubungan dengan hal itu LDII telah berupaya menggandeng Aparat TNI-Polri, Unsur Pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat untuk memberikan penyuluhan mengenai paham-paham islam radikal ISIS. Di tingkat kecamatan LDII Wua-wua bahkan turut mengundang Kapolsek Baruga AKP Agung Basuki, SIK untuk memberikan pengarahan terkait pencegahan paham islam radikal seperti ISIS. Pada hari Minggu 19/04/2015 bertempat di Masjid Al-Manshurin, Komplek BPL, Kec. Wua-Wua Kota Kendari, Kapolsek Baruga turut hadir dalam forum pengajian umum LDII untuk membawakan materi.

Dalam materi yang ia sampaikan, AKP Agung Basuki, SIK menguraikan berbagai latar belakang gerakan-gerakan radikal Islam, menjelaskan berbagai sepak terjang gerakan radikal islam di Indonesia, dan menyerukan untuk mewaspadai doktrin-doktrin menyesatkan dari gerakan radikal tersebut. Selanjutnya AKP Agung Basuki, SIK menghimbau kepada seluruh warga LDII agar turut membantu memberikan pemahaman dan pencerahan kepada seluruh masyarakat agar tidak terpengaruh paham-paham radikal ISIS.

Usai memberikan materi mengenai ISIS, Kapolsek Baruga juga mengingatkan untuk mewaspadai aksi begal motor dan jambret yang mulai semakin eksis di Kendari termasuk di wilayah Wua-wua, Kadia, dan Baruga. Kapolsek menyerukan agar warga harus berhati-hati dalam beraktifitas di malam hari, khususnya ketika melewati daerah yang sepi dan gelap karena sangat rawan kejahatan tersebut.

Di akhir acara penyampaian materi tersebut, Kapolsek Baruga menyempatkan diri berfoto bersama jajaran pengurus LDII Wua-wua, sekaligus berpamitan karena akan pindah tugas ke Kabupaten Kolaka untuk menempati jabatan baru sebagai Kabag Ops Polres Kolaka.