Selasa, 03 Mei 2016

Polda Sultra Dukung LDII Perangi Radikalisasi

Menyikapi masih maraknya aktivitas kegiatan-kegiatan kelompok radikal yang mencoba untuk mengubah ideologi bangsa indonesia yaitu Pancasila dan konsep kebangsaan yang berbhineka tunggal ika, maka sebagai langkah pencegahan pemerintah terus-menerus berupaya mengkampanyekan kegiatan deradikalisasi dengan menggandeng berbagai tokoh masyarakat, kelompok ormas, kelompok keagamaan, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.


Beberapa bulan lalu tidak lama setelah tragedi teror bom thamrin di Jakarta terjadi, LDII sebagai salah satu organisasi islam yang aktif menentang keras segala macam bentuk terorisme yang membawa nama agama ikut diundang Presiden Jokowi bersama Pimpinan NU bertemu di Istana Merdeka Jakarta membahas penanganan dan pencegahan gerakan radikal islam di Indonesia.

Seusai pertemuan tersebut DPP LDII segera memberikan arahan kepada semua Pengurus DPW dan DPD LDII yang tersebar di 34 Propinsi dan 509 Kabupaten/Kota di Indonesia untuk mengencarkan sosialisasi gerakan deradikalisasi dengan menggandeng pihak-pihak terkait khususnya TNI/Polri yang ada di daerah setempat.


Di wilayah Sulawesi tenggara, Pihak DPW LDII Sultra bekerjasama dengan Polda Sultra untuk melakukan penyuluhan bahaya radikalisme, dimana kegiatan tersebut telah berlangsung di Masjid Al-Mukhlis, Lepo-lepo, Kendari pada tanggal 2 Mei 2016 pada pukul 20.00 WITA hingga selesai.

Dalam kegiatan tersebut pihak Polda Sultra diwakili oleh Kabag Bin Ops Polda Sultra AKBP. Arif Gunawan yang kemudian melakukan penyuluhan dengan materi yang disusun secara terstruktur mulai dari sejarah awal mula terbentuknya kelompok-kelompok radikal di Indonesia yang kemudian mendorong terjadinya peristiwa teror Bom Bali pada tahun 2002 yang menimbulkan ratusan korban jiwa, lalu aktivitas kelompok Abubakar Baasyir hingga sepak terjang kelompok santoso yang sampai sekarang masih menebar teror di Poso Sulawesi Tengah.


Lebih lanjut AKBP Arif Gunawan menyatakan bahwa seluruh masyarakat harus mewaspadai ciri-ciri kelompok radikal tersebut, diantaranya adalah ; Suka mengkafirkan kelompok yang mereka anggap berseberangan, tidak mengakui pancasila dan UUD 1945, menentang konsep kebhinekaan, tidak mengkonsumsi daging hasil sembelihan orang-orang yang dianggap kafir,


Pihak Polda Sultra menurut AKBP Arif Gunawan sudah mengidentifikasi aktivitas kelompok-kelompok radikal ini di wilayah sulawesi tenggara, diantaranya yang menonjol adalah HTI dan Wahdah Islamiyah. Beberapa kelompok pendukung ISIS dan teroris santoso juga teridentifikasi mencari dukungan di wilayah sulawesi tenggara. Karena itu pengawasan terhadap rumah-rumah kos harus ditingkatkan, karena jaringan teror tersebut biasa hidup berpindah-pindah sehingga biasa memanfaatkan jasa rumah kos.

Oleh sebab itu pihak kepolisian mendukung penuh peran LDII dalam memberikan pemahaman bahaya radikalisme di lingkungan masyarakat sebagai langkah pencegahan untuk meminimalisir aktivitas kelompok radikal tersebut di berbagai lapisan masyarakat.


Selain itu dirinya juga mengapresiasi peran LDII dalam mengedukasi warganya agar selalu menjauhkan diri dari kejahatan lainnya seperti Penyalahgunaan Narkoba, dan minuman keras. Menurutnya kejahatan Narkoba memiliki efek buruk yang tidak kalah dahsyat dari aksi terorisme. Puluhan orang masuk penjara tiap hari gara-gara narkoba hingga membuat lapas penuh. Korbannya pun beragam mulai dari anak-anak, remaja, PNS, TNI/Polri, bahkan hingga pejabat seperti bupati pun ikut terjerat kasus narkoba.



Pada akhir acara penyuluhan juga diadakan tanya-jawab mengenai radikalisme lalu ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Habibullah kemudian dilanjutkan dengan acara foto bersama dengan para pengurus LDII setempat.


Minggu, 01 Mei 2016

Mengintip Keindahan Panorama Pantai Nambo, Kendari

Kota Kendari sebagai salah satu kota di Sulawesi Tenggara yang terletak di pinggir laut, dan menawarkan banyak destinasi wisata pilihan untuk layak dikunjungi. Salah satunya adalah Pantai Nambo.


Pantai Nambo adalah merupakan salah satu pantai yang sangat terkenal di Kendari, Sulawesi Tenggara. Obyek wisata Sulawesi yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi wisatawan dan sudah menjadi obyek wisata terfavorit di kota Kendari. Obyek wisata Pantai Nambo ini tidak jauh dari Kota Kendari hanya berjarak sekitar 12 kilometer di sebelah selatan pusat kota Kendari tepatnya di Kelurahan Abeli. Pantai ini memiliki air yang sangat jernih dengan gradasi warna yang sangat menarik.

Ombak di pantai Nambo ini beriak tenang dan semilir angin lautnya pun juga sangat indah. Keindahan panorama laut pun semakin indah ditambah dengan nyiur dan pohon yang tumbuh di sekitar tepi pantai. Pada hari libur, obyek wisata Sulawesi Tenggara ini banyak dipadati oleh para pengunjung yang ingin menikmati keindahan panorama alamnya. Melihat minat dan antusias yang tinggi dari para pengunjung, maka Pemkot Kendari melakukan berbagai upaya perbaikan beberapa fasilitas umum diantaranya fasilitas toilet, tempat parkir, dan beberapa gazebo yang akan memanjakan para wisatawan yang mengunjungi obyek wisata Pantai Nambo ini.


Selain itu, pantai ini juga memiliki hamparan pasir putih yang sangat indah dan mampu menyihir banyak pengunjung untuk mengunjungi kawasan wisata Sulawesi ini. Di pantai Nambo ini, para pengunjung selain bersantai bisa juga untuk menyempatkan bermain pasir, bermain banana boat, bermain air laut , voli pantai, berlari-lari di sekitar pantai, layang-layang, dan berbagai aktivitas lainnya.


Pantai Nambo ini juga sudah dilengkapi dengan bermacam-macam fasilitas pendukung yang akan membuat para pengunjung nyaman di lokasi wisata. Di area obyek wisata Pantai Nambo ini sudah tersedia beberapa warung yang menjajakan berbagai macam dagangannya, toilet umum, tempat parkir yang luas, dan tersedia juga beberapa pilihan penginapan mulai dari hotel Melati hingga hotel berbintang. Jika anda menghendaki untuk menginap di sekitar pantai Nambo ini, kami merekomendasikan kepada anda beberapa hotel yang bisa anda pergunakan untuk istirahat melepas lelah yaitu Hotel Grand Clarion, Hotel Plaza Inn, Hotel Zahra, Hotel Horison dan Swiss-Belhotel Kendari.

Lokasi
Obyek wisata Pantai Nambo ini terletak di Kelurahan Abeli, atau hanya berjarak sekira 12 kilometer sebelah selatan pusat Kota Kendari.


Akses
Bagi anda yang belum mengetahui lokasi obyek wisata Pantai Nambo ini, anda bisa mengunjunginya dengan cukup mudah jika sudah berada di Kota Kendari, baik menggunakan kendaraan umum/taxi atau kendaraan pribadi. Dari Bandar Udara Haluoleo, hanya diperlukan waktu perjalanan sekira 20 menit untuk menuju lokasi. Sedangkan jika ingin mengaksesnya dari Pelabuhan Kendari, anda bisa menggunakan perahu tradisional untuk menuju obyek wisata Sulawesi Tenggara ini. Nah tunggu apa lagi, segera ajak keluarga, teman atau sahabat anda untuk menikmati Keindahan panorama Pantai Nambo ini. (Diolah dari berbagai sumber).



Badan Otorita Pariwisata Terbentuk, Wakatobi Siap Bersolek

JAKARTA--Bupati Wakatobi Hugua berharap terbentuknya Badan Otorita Pariwisata Wakatobi, Sulawesi Tenggara bisa menjadi batu loncatan bagi wilayahnya untuk terus berkembang di sektor wisata. Hugua menargetkan sektor wisata di Wakatobi bisa mendatangkan devisa senilai USD 500 juta pada  2019 mendatang.


" Selama 10 tahun kami mempersiapkan Wakatobi sehingga menjadi destinasi wisata dunia. Ini tidak akan terwujud tanpa kerja keras dan kesiapan seluruh masyarakat," kata Bupati Hugua di Jakarta baru-baru ini.

Menurutnya, pembentukan badan otoritas pariwisata menjadi terobosan gemilang di era pemerintah Presiden Joko Widodo. Pemkab sangat mendukung konsep kawasan ini. Hugua pun sudah siap menonjolkan berbagai tempat wisata andalan di Wakatobi.

"Punya underwater di Wakatobi dan Buton. Punya budaya, kasultanan dengan benteng terbesar di dunia di Kota Baubau. Punya hutan Wallacea yang paling lengkap habitat aslinya di Buton. Punya jati terbesar, tertua, dan paling langka juga pacuan kuda di Muna, kami punya atraksi paling lengkap," ujar Hugua.


Setelah Badan Otorita Pariwisata terbentuk diharapkan Pulau Wakatobi makin mendunia. Saat ini saja, Wakatobi menjadi bagian dari 127 dari kawasan cagar biosfer dunia. 

"Jadi target 500 ribu turis di 2019 sangat memungkinkan. Kalau setiap turis menghabiskan 1000 dolar AS maka Wakatobi akan menyumbang USD 500 juta. Ini jumlah yang sangat besar, tentu itu akan mendongkrak kesejahteraan masyarakat," jelasnya.


Sementara itu, Asisten Deputi Jasa Kemaritiman, Kementerian Koordinator Maritim Okto Irianto mengatakan, BOP Wakatobi nantinya menjadi role model bagi pengelolaan kawasan strategis pariwisata nasional.

"Prinsipnya one destination one management, sehingga ketidakefisienan bisa dihindari," tuturnya.

Namun, BOP nantinya hanya akan mengelola sebagian kawasan pariwisata yang selama ini belum tersentuh. Kawasan Wakatobi akan dikembangkan menjadi ecotourism yang melibatkan masyarakat. Selama ini kawasan darat dan laut Wakatobi terjaga karena masyarakat maritim yang sangat paham tentang konservasi, lingkungan.


"Karena alamnya sudah siap begitu pun masyarakatnya sangat terbuka, maka kami menargetkan kawasan ini menjadi quality tourism, bukan mass tourism," tegasnya.

Ari Prasetyo, anggota tim percepatan pembangunan 10 destinasi pariwisata Kementerian Pariwisata, mengatakan BOP berperan merangkul semua sektor untuk mewujudkan impian itu.


 "Kuncinya adalah manajemen cinta. Tujuan kita sama, membuat Wakatobi menjadi destinasi kelas dunia," kata Ari.

Menurutnya, BOP nantinya merupakan organisasi lintas instansi. Kemen PU-PR akan menyiapkan infrastruktur, Kementerian Perhubungan berperan menyiapkan frekuensi penerbangan. "Kami juga akan meminta pihak Garuda untuk membuka penerbangan ke Wakatobi. Motto kami quick win, targetnya satu tahun semua sudah siap," tandasnya.

Sumber : JPNN.com

Sabtu, 30 April 2016

Kader LDII Jabar-Banten Ikuti Diklat Bela Negara Kodam III / Siliwangi

BANDUNG.- Ormas Islam Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jabar dan Banten membuat gebrakan dengan mengadakan pendidikan bela negara dan wawasan kebangsaan bekerja sama dengan Rindam Kodam III/Siliwangi. Pendidikan akan berlangsung selama tiga hari dari Sabtu-Senin (23-25 April 2016) diikuti 300 peserta dari LDII kabupaten/kota.


"Sebelumnya pendidikan ini sudah diselenggarakan di Sulawesi bekerja sama dengan Kodam VII/Wirabuana dan Jawa Tengah dengan Kodam IV/Diponegoro," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat LDII, Prof. Dr. Ir. H. Abdullah Syam.
Pendidikan bela negara ini, kata Abdullah Syam, dikarenakan setiap warga negara memiliki kewajiban untuk membela tanah airnya. "LDII tetap berkomitmen untuk berideologi Pancasila dan mempertahankan negara kesatuan. Ormas Islam juga memiliki kewajiban untuk ikut membela negaranya," ujarnya dalam acara yang dibuka Komandan Rindam III/Siliwangi, Kolonel Widi Prasetijono.


Sedangkan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Jabar, Agus Hanafi menyatakan, wajib militer sudah lama diterapkan di negara-negara lain seperti Singapura, Korea Selatan, dan Inggris tanpa terkecuali kepada setiap warga negaranya. "Bahkan, pangeran Inggris sebagai pewaris tahta kerajaan juga ikut wajib militer. Kami menyambut baik upaya ormas Islam seperti LDII yang mengadakan pendidikan bela negara dan wawasan kebangsaan ini," katanya..

Sumber : Pikiran Rakyat.com

Jumat, 25 Maret 2016

Ketua Wanhat DPP LDII Resmikan Koperasi BMT Al-Manshurin Kendari

Dalam rangka menyukseskan program DPP LDII yang menggencarkan pembentukan lembaga pembiayaan berbasis syariah untuk membentengi umat dari praktik-praktik riba yang sangat diharamkan dalam ajaran Islam, maka pengurus LDII Kendari kemudian berinisiatif membentuk lembaga Baitul Maal Wa Tamwil atau biasa disingkat BMT. BMT yang dibentuk bernama BMT Al-Manshurin yang didirikan sejak tahun 2011 dengan modal awal sekitar 13 juta rupiah,


BMT secara umum adalah singkatan dari sebutan lembaga keuangan mikro Baitul Maal Wa Tamwil atau bisa diterjemahkan Balai Usaha Mandiri Terpadu yang mengembangkan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi pengusaha kecil/mikro melalui berbagai program-program pembiayaan yang memakai sistem syariah. 


Secara prinsip BMT dan Bank Syariah sama-sama menjunjung asas ekonomi islam dalam sistem maupun operasionalnya. Namun, BMT memiliki beberapa perbedaan dengan Bank Syariah. Perbedaan yang paling menonjol adalah status hukum yang menaungi keduanya dimana Bank Syariah sudah berbentuk perseroan dan tunduk di bawah Undang-Undang tentang Perbankan Syariah. Sedangkan BMT masih belum memiliki status dan perundang-undangan yang jelas walaupun mendapat dukungan dari pemerintah. Sebagai solusinya, hingga saat ini BMT masih menginduk pada perundang-undangan koperasi walaupun secara mekanisme kerja berbeda.

Sejak BMT Al-Manshurin didirikan, perkembangannya sangat cepat dan luar biasa, Karena modal pembiayaan yang diputar awalnya hanya sekitar 13 juta rupiah pada tahun 2011, meningkat menjadi sekitar 747 juta rupiah pada awal tahun 2016 saat ini. Bahkan peminat pembiayaan BMT Al-Manshurin ini begitu membludaknya sehingga ada sekitar 100 nasabah yang masuk daftar tunggu karena masih terbatasnya modal pembiayaan.


Seiring perkembangan BMT Al-Manshurin yang semakin meningkat maka status lembaga ini ditingkatkan menjadi lembaga berbadan hukum berbentuk koperasi. Pada hari Jumat tanggal 25 Maret 2016 pukul 10.00 WITA bertempat di Kantor Koperasi BMT Al-Manshurin Ketua Wanhat DPP LDII KH. Abdul Aziz Sulthon Aulia beserta istri di sela-sela kunjungannya di Kota Kendari berkenan hadir untuk meresmikan Koperasi BMT Al-Manshurin sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan lembaga-lembaga ekonomi syariah yang dirintis oleh warga LDII.


Dalam kegiatan peresmian Koperasi BMT Al-Manshurin tersebut ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan Prasasti oleh Ketua Wanhat DPP LDII KH. Abdul Aziz Sulthon disaksikan istri beliau dan sejumlah pengurus LDII Kendari. Setelah itu Ketua Wanhat DPP LDII beserta undangan yang hadir mendengarkan pemaparan dan presentasi dari Ketua Koperasi BMT Al-Manshurin yaitu Sugeng Purnomo mengenai kinerja dan profil Koperasi BMT Al-Manshurin. 


Setelah acara pemaparan dan presentasi tersebut, Bapak Ketua Wanhat DPP LDII kemudian berkenan memimpin acara doa bersama agar lembaga ini bisa berkembang dengan lancar, manfaat dan barokah. Setelah itu kemudian dilanjutkan dengan kegiatan foto bersama Ketua Wanhat DPP LDII dengan para pengurus koperasi.


Semarak Pengajian Kitab Syarah Asmaul Husna di Masjid Al Manshurin

Suasana di Masjid Al-Manshurin beberapa hari terakhir ini tampak semarak, Hal ini dikarenakan antusiasme ratusan peserta yang terus menerus aktif mengikuti kegiatan pengajian Kitab Syarah Asmaul Husna mulai dari pagi hingga malam hari. Kegiatan pengajian ini sudah digelar sejak tanggal 23 Maret 2016 dan direncanakan berakhir tanggal 27 Maret 2016.


Kegiatan pengajian Khataman Kitab Syarah Asmaul Husna yang digelar oleh LDII Kendari ini bertujuan untuk mengenalkan para peserta pengajian beberapa kemuliaan dan manfaat dari 99 nama Allah yang agung ini. Materi pengajian dibawakan dengan sangat menarik secara bergantian oleh Ust. Bambang Hutagalung dan Ust. Sulthoni.


Kegiatan pengajian ini terbuka untuk umum, jika ingin mengikuti kegiatan pengajian ini cukup datang saja ke Masjid Al-Manshurin yang beralamat di Jl. Chairil Anwar No. 354, Lrg. Al-Manshurin, Kel. Wua-wua, Kec. Wua-wua, Kendari. Kitab Syarah Asmaul Husna juga dapat di beli di Koperasi masjid seharga @ Rp. 10.000,-. Peserta Pengajian juga mendapat fasilitas makan-minum gratis jika mengikuti acara kajian ini sampai selesai.

Senin, 14 Maret 2016

Warga LDII Antusias Sambut Ketua MPR di Ponpes Wali Barokah

Sekitar 15 ribu warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kediri antusias menyambut kedatangan Ketua MPR Zulkifli Hasan.


"Assalamu'alaikum," sapa Ketua MPR Zulkifli Hasan kepada warga LDII saat memasuki kawasan Ponpes Wali Barokah, Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 195, Kediri, Jawa Timur, Kamis (10/3/2016).
Warga LDII dan para santri ponpes pun menjawab salam dari pria yang kerap disapa Zulhas ini.

"Wa'alaikumsalam," ucap mereka kompak.

Zulkifli Hasan terlihat terharu ketika memasuki kawasan Ponpes. Apalagi, saat namanya disebut melalui pengeras suara dan disambut riuh tepuk tangan hadirin. Dirinya tidak menyangka warga LDII menyambutnya dengan sangat antusias.


"Begitu masuk sini saya sangat kagum. Saya lihat banyak sekali anak muda yang hadir di sini," kata Zulkifli.

Salah satu peserta, Syarah Asma Allah Al-Husna mengaku, menantikan kehadiran Zulkifli Hasan. Dia tidak menyangka di tengah kesibukan Ketua MPR menyempatkan hadir di acara yang diselenggarakan LDII.

"Ini perdana pejabat bisa datang ke sini (LDII). Saya ingin tahu pengetahuan Ketua MPR tentang negara, Pancasila, dan sebagainya. Karena selama ini saya hanya fokus ke agama saja. Ternyata negara kita luar biasa," ujarnya.

Zulkifli Hasan menyampaikan sambutan pada acara  pengajian, khataman Kitab Sarah Asmaul Khusna  dan sosialisasi empat pilar MPR RI di  Pondok Pesantren Wali Barokah.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 15 ribu orang yang terdiri atas warga LDII dari seluruh Indonesia, santri, dan alumni Ponpes Wali Barokah. Acara tersebut berlangsung selama empat hari, yakni
dari tanggal 7 hingga 10 Maret 2016.


Sumber : Metrotvnews.com