Selasa, 07 Maret 2017

Ketua Umum LDII Bertemu Raja Salman di Istana Negara


JAKARTA - Usai melaksanakan salat di Masjid Istiqlal, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saudi langsung menuju Istana Merdeka. Di Masjid Istiqlal, Raja Salman melaksanakan salat sunah tahiyatul masjid.
"Hanya salat sunah tahiyatul masjid dua rakaat, menulis pesan dan kesan, di lantai utama saja ya," ujar Kepala Bagian Protokoler Masjid Istiqlal Abu Hurairah, di pusat informasi Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (1/3/2017).
Raja Salman tiba berserta rombongan sekitar pukul 14.12 WIB di kompleks Masjid Istiqlal. Saat melaksanakan salat Sunnah Tahiyatul Masjid, terlihat Raja Salman duduk di kursi berwarna kuning krem pada bagian kayunya yang disediakan khusus.
Selanjutnya, Raja Salman kemudian bertemu dengan para tokoh Islam di Istana termasuk Ketua Umum LDII Prof. Abdullah Syam. Dari informasi yang dihimpun, para tokoh yang turut hadir bertemu dengan Raja Salman di Istana Negara antara lain;
Ketua Umum LDII Bersalaman dengan Raja Salman
1. KH. Hasan Abdullah Sahal sebagai Pimpinan Pesantren Moderen Gontor Ponorogo
2. KH. Azzaim Ibrahimy sebagai Pimpinan Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo
3. KH. Ahmad Mohammad Tidjani sebagai Pimpinan Pesantren Al Amin Sumenep
4. KH. Syukron Ma'mun sebagai Pimpinan Pesantren Darurrahman Jakarta.
5. KH. Mahrus Amin sebagai Pimpinan Pesantren Darunnajah Jakarta
6. KH Kholil As'ad sebagai PP Walisongo Asembagus Situbondo
7. Ustaz Arifin Ilham
8. Ustaz Yusuf Mansur
9. KH Ma'ruf Amin sebagai Ketua Umum MUI
10. KH Din Syamsuddin sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI
11. Nasaruddin Umar sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal
12. KH Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum PBNU
13. KH Haedar Nasir sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah
14. Aceng Zakaria sebagai Ketua Umum Persis
15. Muhammad Siddik sebagai Ketua Umum DDII 
16. Abdullah Jaidi sebagai ketua umum Al-Irsyad al-Islamiyah
17. Yusnar Yusuf sebagai ketua umum Jamiyyatul Washliyah
18. Ahmad Satori Ismail sebagai ketua umum Ikadi
19. Sadeli Karim sebagai ketua umum Mathla'ul Anwar
20. Basri Barmanda sebagai ketua umum Perti
21. Hamdan Zoelva sebagai ketua umum Syarikat Islam 
22. Masdar F Masdu'i sebagai ketua umum DMI 

23. Abdullah Syam sebagai ketua umum LDII

24. Habib Zain bin Umar bin Smith sebagai ketua umum Rabitah Alalawiyah
25. Habib Nabil al Musawa sebagai Ketua Majelis Syuro Majelis Rasulullah 
26. Jimly Asshiddiqie sebagai ketua umum ICMI
27. Zannuba Arifah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid) sebagai Direktur The Wahid Institute 
28. Siti Noordjannah Djohantini sebagai ketua umum PP Aisyiyah 
29. Khofifah Indar Parawansa sebagai ketua umum Muslimat NU 
30. Atifah Thaha sebagai ketua umum DPP Wanita Islam 
31. Syifa Fauzia sebagai ketua umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) 
32. Habib Hasan bin Ja'far Assegaf sebagai ketua umum Majelis Nurul Musthofa
33. Hasyim Muzadi sebagai Wantimpres
34. Prof Quraish Shihab sebagai mantan Menteri Agama
35. Prof Bambang Sudibyo sebagai ketua Baznas
36. Habib Muhammad Luthfi bin Yahya sebagai ketua MUI Jateng


Kamis, 23 Februari 2017

Sifat-sifat Zuhud Orang Beriman

Hadist Sunan Ibnu Majah Kitabu Zuhdi memuat banyak sifat-sifat zuhud yang harus dimiliki oleh seorang mukmin.

1. BANYAK BERSEDEKAH DAN RIZKINYA HALAL
4130 – حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْعَظِيمِ الْعَنْبَرِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو زُمَيْلٍ هُوَ سِمَاكٌ، عَنْ مَالِكِ بْنِ مَرْثَدٍ الْحَنَفِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْأَكْثَرُونَ هُمُ الْأَسْفَلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، إِلَّا مَنْ قَالَ بِالْمَالِ، هَكَذَا، وَهَكَذَا، وَكَسَبَهُ مِنْ طَيِّبٍ»
__________
[حكم الألباني] حسن صحيح
Abi Dzar meriwayatkan, Rasulullah sholallohu alaihi wasallam bersabda: “Orang-orang yang memperbanyak harta di dunia mereka hina di akhirat, kecuali mereka yang bersedekah dengan hartanya begini dan begini, dan memperoleh hartanya dengan halal”.
[Hadist Ibnu Majah No. 4130 Kitabul Zuhud]


2. MENGUTAMAKAN IBADAH DARIPADA MEMBURU HARTA DUNIA
4105 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عُمَرَ بْنِ سُلَيْمَانَ، قَالَ: سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ أَبَانَ بْنِ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ، يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: خَرَجَ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ مِنْ عِنْدِ مَرْوَانَ بِنِصْفِ النَّهَارِ، قُلْتُ: مَا بَعَثَ إِلَيْهِ هَذِهِ السَّاعَةَ إِلَّا لِشَيْءٍ يَسْأَلُ عَنْهُ، فَسَأَلْتُهُ، فَقَالَ: سَأَلَنَا عَنْ أَشْيَاءَ سَمِعْنَاهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ، فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ، جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

Marwan meriwayatkan: Saya mendengar Rasulallah bersabda: “Barang siapa menjadikan dunia sebgai tujuan hidupnya, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya, dan Allah menjadikannya terus menghadapi kekurangan, dan rizki dunia yang datang padanya tidak lebih dari yang sudah diqodar untuknya.

Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai niatnya, Allah akan emmudahkan urusannya, dan menjadikan hatinya kecukupan, dan rizki dunia dengan mudah”.

[Hadist Sunan Ibnu Majah No. 4105 Kitabul Zuhdi]

4107 – حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ زَائِدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي خَالِدٍ الْوَالِبِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: وَلَا أَعْلَمُهُ إِلَّا وَقَدْ رَفَعَهُ، قَالَ يَقُولُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ: «يَا ابْنَ آدَمَ تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِي، أَمْلَأْ صَدْرَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ، وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ، مَلَأْتُ صَدْرَكَ شُغْلًا، وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

Allah Subhanahu berfirman: “Wahai Anak Adam utamakanlah ibadah kepadaKu, akan Aku penuhi hatimu kecukupan, dan aku cukupi kebutuhannmu, namun jika tidak, akan Aku penuhi hatimu kerepotan, dan tidak Aku cukupi kebutuhanmu”.

[Hadist Sunan Ibnu Majah No. 4107 Kitabul Zuhdi]


3. HIDUP SEDERHANA
Kaum Muslimin dilarang bergaya hidup berlebih-lebihan atau bermewah-mewahan, termasuk dalam hal makan, berpakaian dan membangun rumah.

Kaum Muslimin jangan mudah tergiur dengan barang-barang mewah atau biasa mengoleksi pakaian dan aksesoris bermerek yang mahal.

Begitu juga dalam membangun rumah. Rumah seorang Muslim beriman hendaknya dibuat sesederhana mungkin tidak melebihi fungsi yang diperlukan.

Sebuah bangunan semewah atau semahal apapun pasti akan ditinggal mati menjadi tidak berguna dan sia-sia bagi pemiliknya.

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ (31) سراة الأعراف 31

“Makanlah dan minumlah dan janganlah kalian berlebihan (melewati batas) karena Allah sesungguhnya tidak suka orang-orang boros”
[Surah Al-‘Arof ayat 31]
…قَالَ رَسُولُ للَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ أَلْبَسَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ»
__________
[حكم الألباني] حسن

… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa memakai pakaian mewah, Allah akan memakaikan padanya pakaian hina pada hari kiamat”.
[Hadist Sunan Ibnu Majah No. 3606 Kitabulibas]

4160 – حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي السَّفَرِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ: مَرَّ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَنَحْنُ نُعَالِجُ خُصًّا لَنَا، فَقَالَ: «مَا هَذَا؟» فَقُلْتُ: خُصٌّ لَنَا، وَهَى نَحْنُ نُصْلِحُهُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا أُرَى الْأَمْرَ إِلَّا أَعْجَلَ مِنْ ذَلِكَ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

Abdullah bin Umar meriwayatkan: Rasulullah melewati tempat tinggalku.
Beliau bertanya: “Apa ini?”.

Saya menjawab: “Gubuk saya yang sedang saya perbaiki”.
Rasulullah bersabda: “Saya tidak melihat kematian kecuali lebih cepat dari bangunanmu”.

[Hadist Sunan Ibnu Majah No. 4160 Kitabul Zuhdi]


4. RENDAH HATI DAN TIDAK SOMBONG

Rendah hati adalah sifat andap asor dan keporo ngalah, sedangkan sombong adalah sifat meremehkan orang lain dan merasa lebih besar dan lebih hebat dari orang lain.

Rasulullah s.a.w. mencontohkan sifat rendah hati dengan selalu mengunjungi Muslim yang sakit, mengantar jenazah, menghadiri undangan serta mau naik keledai, kendaraan yang dianggap tidak bergengsi saat itu.

Sifat sombong tercermin dari perilaku antara lain; tidak mau bergaul dengan manusia terutama yang dirasa derajatnya lebih rendah, tidak mau diundang orang yang dianggap dibawahnya dan selalu ingin tampil menonjol di hadapan manusia serta sakit hati bila merasa ada yang menyaingi.

4174 – حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنِ الْأَغَرِّ أَبِي مُسْلِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ: «الْكِبْرِيَاءُ رِدَائِي، وَالْعَظَمَةُ إِزَارِي، مَنْ نَازَعَنِي وَاحِدًا مِنْهُمَا، أَلْقَيْتُهُ فِي جَهَنَّمَ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

… Rasulullah s.a.w. bersabda, Allah yang Maha Suci berfirman: “Sombong itu selendangKu dan angkuh itu pakaianKu, barang siapa menandingiku salah satu dari dua sifat itu, akan aku jerumuskan ke dalam neraka jahanam”.

[Hadist Ibnu Majah No. 4174 Kitabulzuhdi]


5. SUKA MEMAAFKAN DAN TIDAK MUDAH MARAH
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (134)
… (orang bertaqwa adalah) Orang-orang yang menginfakkan hartanya dalam keadaan mudah maupun sulit dan yang menahan marah dan memaafkan sesama manusia, dan Allah senang pada orang-orang yang berbuat kebaikan.”

[Surah Ali Imran ayat 134]
4189 – حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ أَخْزَمَ قَالَ: حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ عُمَرَ قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ يُونُسَ بْنِ عُبَيْدٍ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا مِنْ جُرْعَةٍ أَعْظَمُ أَجْرًا عِنْدَ اللَّهِ، مِنْ جُرْعَةِ غَيْظٍ كَظَمَهَا عَبْدٌ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak ada dari amalan yang lebih besar pahalanya disisi Allah daripada amalan amarah yang seorang hamba menahannya karena mencari wajah Allah.”

[Hadist ibnu Majah Jilid No. 4189 Kitabulzuhdi]


6. TAWAKAL DAN YAKIN
Tawakal berarti taat dan pasrah melaksanakan ibadah sesuai tuntunan Allah dan Rasul serta ridho dengan qodar Allah. Hidup sesuai kemampuan tidak ongso-ongso, “nrimo ing pandum”, tidak meninggalkan kewajiban agama untuk memburu kehidupan dunia.

4164 – حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي ابْنُ لَهِيعَةَ، عَنِ ابْنِ هُبَيْرَةَ، عَنْ أَبِي تَمِيمٍ الْجَيْشَانِيِّ، قَالَ: سَمِعْتُ عُمَرَ، يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ، تَغْدُو خِمَاصًا، وَتَرُوحُ بِطَانًا»
__________
[حكم الألباني] صحيح

Abi Tamim Al-Jaisyani meriwayatkan, saya mendengar Umar berkata: Saya mendengar Rasulalloh s.a.w. bersabda: “Apabila kalian bertawakal kepada Alloh dengan sungguh-sunggh tawakal, Alloh pasti memberi rizki pada kalian sebagaimana Alloh memberi rizki pada burung. Pagi hari burung-burung itu keadaan lapar sore harinya sudah kenyang”.

[Hadist Sunan Ibnu Majah No. 4164 Kitabul Zuhdi]


7. SOPAN SANTUN DAN PUNYA RASA MALU
Salah satu sifat orang beriman adalah sopan santun dan memiliki rasa malu untuk berbuat kejelekan atau dosa.
4188 – حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ الْهَرَوِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ الْفَضْلِ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا قُرَّةُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو جَمْرَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ لِلْأَشَجِّ الْعَصَرِيِّ: ” إِنَّ فِيكَ خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ: الْحِلْمَ، وَالْحَيَاءَ ”
__________
[حكم الألباني] صحيح

Sesungguhnya Nabi sholallohu alaihi wasallam bersabda pada Al-Syajji Al-Ashari: “Sesungguhnya dalam dirimu ada dua sifat yang disenangi oleh Allah: Sopan santun dan rasa malu”.

[Hadist Sunan Ibnu Majah No. 4188 Kitabul Zuhdi]
Sumber : pengajian-ldii.net

Bahaya Meniup Makanan atau Minuman Panas

Pendapat mengenai bahaya meniup makanan panas sudah mulai banyak dibahas, terlebih setelah mengetahui hadis Nabi yang melarang agar tidak meniup makanan maupun minuman panas yang ada di dalam wadah.

Dalam ilmu kesehatan modern atau penelitian sains, bertemunya H2O (air) dengan karbondioksida atau CO2 yang dikeluarkan dari mulut manusia akan menghasilkan asam karbonat. Asam karbonat atau H2CO3 merupakan senyawa kimia yang bisa masuk ke dalam tubuh manusia dan berpotensi menyebabkan penyakit jantung. 
Semakin tinggi kandungan asam karbonat dalam darah, maka akan semakin asam darah. Normalnya, darah memiliki batasan kadar keasaman atau pH yakni 7,35 sampai 7,45. Jika kadar keasaman ini lebih tinggi dari pH normal, maka tubuh bisa berada dalam kondisi asidosis.
Kondisi tersebut berbahaya bagi tubuh yang dapat menyebabkan gangguan jantung, disertai napas yang lebih cepat. Selain itu, ada bakteri H. Pylori yang menyebar melalui pernapasan. Bakteri tersebut dikatakan dapat menyebabkan gangguan lambung.
Tak hanya asam karbonat dan bakter H. Pylori saja yang bisa menular dan menyebar dengan tiupan, tetapi jenis bakteri dan virus lainnya juga bisa menyebar. Sebut saja virus TBC, virus berbahaya yang terkadang tak disadari oleh seseorang yang mengidapnya yang akan dengan mudah menular melalaui droplet dan pernafasan yang intens. 
Selain itu, di dalam mulut terdapat mikro organisme tak kasat mata yang bersifat mutualisme (baik) dan juga ada yang patologi (buruk). Maka, makhluk kecil tak kasat mata dalam mulut akan menempel pada makanan panas apabila kita tiup dan kemudian masuk ke dalam perut.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Apabila kalian minum, janganlah bernapas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan" (HR. Bukhari).
Hal ini sudah disampaikan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sekira 14 abad yang lalu, yang kemudian dibuktikan melalui penelitian sains modern saat ini.


Sumber : ldii.or.id

LDII Kalbar Bantu Pembangunan Masjid Rindam XII/Tanjungpura

SINGKAWANG - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Kalbar mendukung penuh pembangunan masjid At Taqwa di Komplek Rindam XII/Tanjungpura.


Dimana LDII Kalbar mencoba memberikan motivasi dengan sejumlah bantuan.
"Sebagai motivasi awal dari renovasi masjid tersebut, LDII Kalbar turut memberikan sumbangsih berupa 150 sak semen Jumat lalu. Keberadaan sarana ibadah ini diharapkan memberikan dampak positip bagi pendidikan mental spritual para prajurit sehingga dapat berjalan dengan maksimal," ujar Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto, Senin (20/2/2017).

Menurutnya mengingat daya tampung keberadaan masjid yang ada kurang memadai, akhirnya Komandan Rindam XII/TPR memberikan kepercayaan dan amanah kepada LDII Kalbar untuk menyusun perencanaan.

LDII Kalbar pun mendukung penuh ide dan gagasan niat mulia Komandan Rindam XII/TPR, Kol Inf Khoirul Anwar, yang ingin melakukan renovasi Masjid At Taqwa di komplek Rindam.

"Alhamdulilah, sudah diselesaikan. Dengan perencanaan anggaran sebesar Rp 2,6 miliar, dengan luas masjid sekitar 24 x 26 meter, sehingga bisa menampung sekitar 1.000 jamaah," ungkapnya.

Dirinya berharap, renovasi masjid yang sudah direncanakan itu akan segera dimulai.


Sumber : tribunpontianak.co.id

Minggu, 19 Februari 2017

Bahaya Mengabaikan Kekhusyukan Dalam Ibadah Sholat

Ibadah yang paling utama dalam kehidupannya orang iman, yang paling dicintai oleh Alloh, yang paling bisa mendekatkan diri pada Alloh dan amalan yang dihisab pertama kali oleh Alloh pada hari qiyamah adalah ibadah shoat. Sehingga gerakan – gerakan dan bacaan – bacaan yang dibaca dan yang dilakukan harus sesuai dengan ketentuan dari Al-Qur’an dan Al-Hadits secara sempurna.

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَلَاتُهُ فَإِنْ وُجِدَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتُقِصَ مِنْهَا شَيْءٌ قَالَ انْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ لَهُ مِنْ تَطَوُّعٍ يُكَمِّلُ لَهُ مَا ضَيَّعَ مِنْ فَرِيضَةٍ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ سَائِرُ الْأَعْمَالِ تَجْرِي عَلَى حَسَبِ ذَلِكَ * رواه النسائى
“Sesungguhnya amalan seorang hamba yang pertama kali dihitung adalah sholatnya maka jika sholatnya baik, maka sungguh ia telah beruntung dan sukses. Sebaliknya apabila sholatnya rusak maka ia celaka dan merugi. Kemudian jika ada dalam sholat wajibnya kurang, Alloh SWT berfirman kepada malaikat – padahal ia lebih tahu – ‘lihatlah apakah hamba-Ku mengerjakan sholat sunnah, maka jika ia mengerjakan, maka sempurnakanlah sholat wajib hambakudengan sholat sunnahnya!’ Kemudian amalan-amalan lainnya diperlakukan demikian” (H.R An-Nasa’i)

Bacaan di dalam sholat dikategorikan sempurna apabila dibaca dengan pelan – pelan, fasih dan menghayati maknanya sebab bacaan dalam sholat tersebut ditujukan untuk berkomunikasi dengan Alloh, sehingga apabila diucapkan harus dengan hati yang khusuk.
Begitu juga gerakan – gerakan dalam sholat bisa dikatakan sempurna apabila bisa menjaga kekhusukan dan thuma’ninahan dalam sholat. Sehingga ketika sholat harus khusu’ dan thuma’ninah, kalau tidak bisa khusu’ dan thuma’ninah dalam sholat maka sholatnya tidak sempurna.
Dampak negatifnya mengabaikan thuma’ninah dan kekhusyukan dalam sholat :
1.    Tidak thuma’ninah adalah ciri – ciri sholatnya orang munafiq
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « … تِلْكَ صَلاَةُ الْمُنَافِقِ يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسَ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَىِ الشَّيْطَانِ قَامَ فَنَقَرَهَا أَرْبَعًا لاَ يَذْكُرُ اللَّهَ فِيهَا إِلاَّ قَلِيلاً » * رواه مسلم
Dari Anas bin Malik dia berkata : Aku mendengar Rosululloh SAW bersabda : … demikian itu (mengakhirkan sholat ashar) adalah sholatnya orang munafiq, dia duduk santai mengamati matahari, sehingga ketika matahari telah berada diantara dua tanduknya syetan (hampir terbenam) maka dia berdiri (untuk mengerjakan sholat) lalu dia mematuk – matuk sholat 4 rokaat (mengerjakan dengan cepat tidak thuma’ninah), dia juga tidak ingat pada Alloh (tidak khusyu’) dalam sholat kecuali sedikit.

2.            Tidak thuma’ninah adalah ciri – ciri orang yang tidak khusyu’ dalam sholat
عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ ، أَنَّهُ رَأَى رَجُلاً عَبَثَ فِي صَلاَتِهِ ، فَقَالَ : لَوْ خَشَعَ قَلْبُ هَذَا خَشَعَتْ جَوَارِحَهُ * رواه نعيم بن حماد في الزهد والرقائق
Dari Sa’id bin musayyab dia melihat seorang laki – laki bermain – main dalam sholatnya (tidak thuma’ninah), lalu dia berkata : seandainya hati orang ini khusu’ maka khusu’ pula anggota badannya.

3.            Sejelek-jeleknya pencuri adalah orang yang tidak thuma’ninah dalam sholatnya
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” إِنَّ أَسْوَأَ النَّاسِ سَرِقَةً، الَّذِي يَسْرِقُ صَلَاتَهُ “، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ وَكَيْفَ يَسْرِقُهَا؟ قَالَ: ” لَا يُتِمُّ رُكُوعَهَا وَلَا سُجُودَهَا * رواه أحمد
Dari Abi Said, sesungguhnya wahai Rosululloh SAW bersabda : Sesungguhnya sejelek – jeleknya mencuri adalah orang yang mencuri sholatnya. Mereka shohabat bertanya : wahai Rosululloh SAW bagaimana bisa dia mencuri sholatnya?, beliau menjawab : dia tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya (tidak thuma’ninah).

4.            Sholat yang tidak thuma’ninah hukum sholatnya batal, tidak sah, sama dengan tidak sholat, harus mengulangi lagi
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَرَدَّ وَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ فَرَجَعَ يُصَلِّي كَمَا صَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ ثَلاَثًا فَقَالَ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أُحْسِنُ غَيْرَهُ فَعَلِّمْنِي فَقَالَ إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا وَافْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلاَتِكَ كُلِّهَا * رواه البخارى
Dari Abi huroiroh ” Sesungguhnya Rasulullah SAW masuk Masjid, lalu ada seorang laki-laki masuk kemudian ia sholat. Kemudian orang itu datang dan memberi salam kepada Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah SAW menjawab salamnya dan bersabda:“ Kembali dan ulangilah sholatmu, karena kamu belum sholat (dengan sholat yang sah)!” Lalu orang itu kembali dan mengulangi sholat seperti semula. Kemudian ia datang menghadap kepada Nabi SAW sambil memberi salam kepada beliau. Maka Rasulullah SAW bersabda:” Wa’alaikas Salaam” Kemudian beliau bersabda:“ Kembali dan ulangilah sholatmu karena kamu belum sholat!” Sehingga ia mengulang sampai tiga kali. Maka laki-laki itu berkata:“ Demi Dzat yang mengutus anda dengan kebenaran, aku tidak bisa melakukan yang lebih baik dari sholat seperti ini, maka ajarilah aku.” Beliau pun bersabda:“Jika kamu berdiri untuk sholat maka bertakbirlah, lalu bacalah ayat yang mudah dari Al Qur’an. Kemudian ruku’-lah hingga benar-benar thuma’ninah (tenang/mapan) dalam ruku’, lalu bangkitlah (dari rukuk) hingga kamu berdiri tegak (lurus), kemudian sujudlah sampai engkau thuma’ninah dalam sujud, lalu angkat (kepalamu) untuk duduk hingga thuma’ninah dalam keadaan dudukmu. Kemudian lakukanlah semua itu di seluruh sholat (rakaat) mu.” (HR. Al-Bukhari).

Jumat, 13 Januari 2017

Ketua LDII Sulsel Dilantik Sebagai Pengurus ICMI

Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulsel Drs Hidayat Nahwi Rasul MSi dilantik menjadi Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orwil Sulsel masa bakti 2016-2021.

Pihaknya dilantik sebagai anggota Komisi Teknologi, Komunikasi, dan Informasi bersama ratusan pengurus ICMI Sulsel lainnya di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Sulsel, Rabu (11/1/2017).


Selain itu, Wakil Ketua LDII Sulsel Dr Sukardi Weda, diamanahkan menjadi anggota dewan pakar bidang komunikasi dan informasi ICMI Sulsel.

Dalam pelantikan pengurus ICMI Sulsel tersebut, hadir Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Ketua Majelis Pengurus Pusat ICMI Prof Dr Jimly Asshiddiqie SH, Ketua ICMI Orwil Sulsel Prof Dr Arismunandar MPd, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, Sekretaris Daerah Sulsel Abdul Latief, Kasdam VII Wirabuana Brigjen TNI Supartodi, Ketua KNPI Sulsel Imran Eka Saputra, Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal, dan Walikota Parepare Taufan Pawe.

Ketua Majelis Pengurus Pusat ICMI Prof Dr Jimly Asshiddiqie SH mengatakan, cendekiawan muslim harus bangkit untuk memajukan peradaban. "Kita harus menggerakkan masjid dan kampus. Imtak dan iptek menyatu dalam diri cendekiawan muslim," paparnya.


Menurutnya, Indonesia akan menjadi negara maju jika memperhatikan iman dan takwa (imtak) dan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Kita hidup di tengah pasar ekonomi dan pasar politik. Dimana terjadi perebutan jabatan tanpa kendali moral. Karena itu, peranan imtak dan iptek harus dikedepankan,” katanya.

Selain itu, ia berharap, ormas harus menampilkan islam yang rahmatan lil alamin. “Bukan hanya rahmat bagi manusia, tetapi menjadi rahmat bagi seluruh alam,” katanya.

Sementara itu, Hidayat Nahwi Rasul mengatakan, peran ICMI sangat vital dalam mengedukasi masyarakat terkait penggunaan media sosial. “Kita sedang berada pada situasi kekagetan peradaban, baik di bidang sosial, ekonomi, politik, budaya, dan teknologi. Karena itu, ICMI berperan mengedukasi netizen agar mendownload atau mengupload konten yang bernilai. Bukan membuat hoax dan menyebarkan hoax,” kata Hidayat.

Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya mendorong publik untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya terhadap kemajuan teknologi informasi itu sendiri. “Misalnya informasi yang bermanfaat secara ekonomi. Selain itu, media sosial harus bisa menjadi media silaturahim digital. Disinilah peran ICMI mengarahkan media sosial agar bisa memperkuat modal sosial kita sebagai bangsa dan negara,” tuturnya.


(Rilis LDII Sulsel)

Selasa, 01 November 2016

FESTIVAL ANAK SHOLEH PPG 2016

Dalam rangka menyemarakkan kegiatan para remaja di Hari Peringatan Sumpah Pemuda, maka para pengurus PPG (Penggerak Pembina Generus) LDII Kendari bekerja sama dengan para remaja masjid berinisiatif  mengadakan Festival Anak Sholeh PPG Kendari 2016, yang berlangsung pada hari Minggu tanggal 30 Oktober 2016. Kategori lomba ada beberapa macam, diantaranya kategori lomba Tilawati, lomba menulis arab pegon, lomba adzan, lomba ceramah, lomba kaligrafi, dan lomba lainnya. Dalam kegiatan festival ini juga dirangkai dengan kegiatan bazaar yang diselenggarakan oleh remaja masjid Al-Manshurin yang bekerjasama dengan para warga lingkungan sekitar masjid.