Ragam Oleh-Oleh Khas Kendari

Kendari memang tak punya tangan-tangan yang mahir memahat kayu seperti Jepara. Kendari juga tak punya sumber perak yang besar, layaknya Pulau Bangka dengan timahnya. Tapi, Kendari punya banyak orang yang mau menghasilkan "sesuatu" yang patut dihargai dan, jangan lupa, dimiliki.

Keterbatasan memang kerap menjadi penghalang untuk berkreasi. Tapi, hal itu sepertinya tak berlaku bagi Kendari beserta masyarakatnya. Kerajinan perak yang unik, kayu gembol yang khas dan kain tenun yang berwarna-warni menjadi bukti akan semua itu.
 


 Kerajinan Perak Berbentuk Perahu di Dekranasda - Harga @ Rp.800.000,- 



Aksesoris Perak Dan Tenun Nan Apik

Sulit mendapatkan bahan bakunya, tak menyurutkan tangan-tangan kreatif perajin perak di Kendari mengolah benda logam yang satu ini. Dari tangan-tangan terampil mereka tercipta aneka ragam pernak-pernik berkualitas tinggi, yang kemudian ngetop dengan nama Kendari Werk.
Diperkenalkan pertama kalinya oleh Re A Woi, seorang keturunan Cina pada awal abad 20, Kendari Werk muncul menjadi produk kerajinan terkenal dan banyak dikoleksi orang. Pada zaman Belanda, karya Jie bahkan berhasil merambah ke berbagai negara di Eropa. Tak tanggung-tanggung, Ratu Elizabeth dari Inggris dan Ratu Wilhemina dari Belanda adalah 2 tokoh besar yang pernah terpesona dengan kerajinan perak ini. Kala itu, Ratu Inggris memesan sebuah kereta kencana dan Ratu Belanda meminta Jie untuk membuatkan piring perak untuk kue. Hebat, kan? 

Sekilas, produk Kendari Werk hampir sama dengan kerajinan serupa di daerah lain. Namun, bila diperhatikan, Kendari Werk memiliki ciri khas tersendiri. Kendari Werk memiliki krawang atau motif yang lebih rapat pada produk aksesorinya. Hebatnya, semua itu dikerjakan tanpa menggunakan kaca pembesar dan peralatan yang sangat sederhana. Proses pembuatan dibagi 3 tahap.

Pertama adalah pembuatan pola atau bentuk dasar. Setelah itu dilakukan pengisian krawang pada bahan pola yang sudah jadi. Tahap berikutnya, bisa jadi tahap tambahan, adalah memoles dengan warna emas. Untuk menyelesaikan 1 unit produk berukuran kecil, para perajin dapat menyelesaiknnya hanya dalam waktu 1 hari.

Adakalanya, bentukan yang dibuat dipadukan dengan permata atau mutiara, tergantung dari keinginan sang pemesannya. Untuk mendapat kerajinan perak Kendari, kunjungi saja komplek gedung Dekranasda atau Dewan Kerajinan Nasional Daerah. Berada di kawasan Lepo-lepo, di sini tersedia ragam kreasi berupa cincin, kalung, peniti dan bros berbentuk daun atau bunga. Bila ingin bentuk lain, para perajin juga bisa membuatkannya secara khusus. Penasaran ingin melihat langsung proses pembuatannya? Berjalanlah ke salah satu bangunan yang ada di komplek Dekranasda di mana terdapat workshop para perajin.

Selain kerajinan perak, Dekranas juga menawarkan berbagai barang kerajinan khas Sulawesi Tenggara lainnya, seperti kain tenun khas Tolaki yang berwarna-warni, kain khas Buton dan aneka tas anyaman dari daun Agel atau pandan hutan, baik yang berukuran kecil maupun besar yang proses pembuatannya bisa pula disaksikan.

Baju Tenun Khas Kendari - harga @ Rp. 380.000,-


Ragam Kreasi Kerajinan Gembol

Dari Dekranas, lanjutkan perjalanan menuju kawasan Jl. Khairil Anwar yang berada tak jauh dari gedung PLN Cabang Kendari, karena di sana terdapat sebuah sentra kerajinan yang bernama kerajinan Gembol. Sesaat memasuki jalan, nampak berjajar toko dan galeri yang menjajakan aneka produk kerajinan yang berbahan dasar kayu ini.

Nama kerajinan ini memang terdengar unik, Gembol. Namun menjadi salah satu kriya yang populer di Kendari. Kendati bukan kerajinan `asli', karena diperkenalkan oleh orang Jepang, namun kerajinan ini telah lama menyatu dan menjadi bagian penting dalam kehidupan warga Kendari. Dilihat dari bentuknya, kerajinan ini mirip dengan seni ukir kayu, tapi memiliki perbedaan mendasar. Bentukan unik yang terdapat pada kerajinan ini bukanlah karena tangan-tangan manusia, melainkan sebuah bentukan alam. Seperti Kendari Werk, kerajinan ini sudah tersebar ke Korea, Jepang, Eropa dan Timur Tengah.

Bentuk maupun tekstur natural yang unik itu sebenarnya berasal dari sejumlah jenis pohon yang tumbuh subur di Kendari dan beberapa pulau di tenggara Kendari, seperti Jati, Tolinti, Cendana dan Beropa yang hidup subur di daratan Kendari dan Pulau Muna. Tumor itu kemudian dipotong dan diwarnai. Plus sedikit sentuhan seni, tumor-tumor kayu itupun berubah menjadi bentuk baru yang akan terlihat unik dan cantik dan bernilai seni tinggi.

Umumnya, 'wajah' baru dari tumor kayu itu berupa jam meja atau dinding, asbak, kursi, sampai meja antero yang berat dan berukuran besar. Harga kerajinan Gembol cukup bervariasi, tergantung bentuk dan keunikan yang dimilikinya. Biasanya, bentuk yang menyerupai hewan, manusia atau sesuatu yang alami akan dibandrol lebih mahal.

Kawasan Kerajinan Gembol
JI. Khairil Anwar
Wuawua, Kendari
Kendari, Sulawesi Tenggara


Ragam Camilan Kacang Mete Khas Kendari

Kacang mete makanan khas Kendari yang paling dikenal se-Nusantara, bahkan konon kabarnya sampai manca negara. Kacang mete adalah sebuah biji yang dihasilkan dari buah jambu mete yang telah diolah (paling banyak digoreng) dengan berbagai jenis rasa ; asin biasanya dengan campuran garam dan bawang putih, atau manis dengan campuran gula putih atau gula merah. Kacang mede memang rasanya sangat enak dan gurih jadi tak heran banyak yang menyukainya.

Banyak sumber referensi mengatakan kacang mete bukan hanya enak dan gurih tapi unik, kenapa unik karena tidak seperti kacang-kacangan lain kacang mete tidak tumbuh di dalam tapi di luar (tergantung) pada bagian luar jambu mete,. keunikan yang lain selain mengandung protein, karbohidrat, lemak, serat, vitamin dan mineral kandungan gizi jambu mente sama sekali tidak mengandung kolesterol. Soal kandungan lemaknya juga tak perlu di takuti krn dari struktur kimianya, ada tiga jenis lemak dan tidak semuanya berbahaya; kacang mede (per 100 gr) mengandung lemak jenuh 8,478 g, lemak tak jenuh ganda 8,546 g, dan lemak tak jenuh tunggal 25,923 g. Lemak jenuhlah yang disebut-sebut sebagai lemak jahat karena diperkirakan merupakan penyebab sejumlah penyakit degeneratif. Sedangkan lemak tak jenuh biasa disebut lemak baik karena bisa membantu menurunkan kolesterol, mudah dicerna oleh tubuh juga baik untuk jantung. Jadi jika dibandingkan dengan jenis kacang-kacangan lain seperti kenari dan almond, kacang mete mengandung lebih sedikit lemak jenuh artinya aman dikonsumsi untuk diet sehat. Salah satu Pusat camilan oleh-oleh khas kendari seperti mete ini ada di Pondok Athifah Mete yang beralamat di Jalan Sao-sao No. 156 kota Kendari.

Jambu Mete Mentah - harga @ Rp. 80.000,-/Kg

Beberapa variasi makanan olahan Kacang Mete , yaitu seperti :

  1. Kue Bagea Mete
  2. Kacang Tengteng Mete
  3. Kacang Mete goreng bawang
  4. Kacang Mete goreng Gula Aren
  5. Kacang Mete goreng Asin
  6. Kripik Kacang Mete
  7. Kacang Mete Disko



Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Posting Komentar